<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105224">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN TINGKAT GANGGUAN FUNGSI GINJAL PADA NEONATUS DENGAN BBLR DI NICU RSUDZA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT ZAHARA PHOENNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pendahuluan: Berat badan lahir rendah (BBLR) sering ditemukan pada kelahiran prematur atau karena ukurannya  yang kecil untuk usia kehamilan. Ada sejumlah studi yang telah mengevaluasi dampak Acute Kidney Injury (AKI) pada neonatus. Berat badan lahir telah terbukti menjadi prediktor penting dari massa nefron dan glomerulus.  Kematian  pada  bayi  dengan  AKI  secara  signifikan  lebih  tinggi daripada mereka yang tidak AKI.   Tujuan : penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan berat badan lahir dengan tingkat gangguan fungsi ginjal pada neonatus dengan BBLR.  Metode:  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan  analitik  observasional  dengan desain  penelitian  cross  sectional.  Data  dikumpulkan  dari  pasien  yang  dirawat dalam periode Januari 2019 sampai dengan  Desember 2020. Menggunakan total sampling,  didapatkan  total  89  pasien.  Data  demografi  pasien  dikumpulkan  dan dilakukan  Uji  Spearman  untuk  melihat  hubungan  BBLR  dengan  tingkat gangguan fungsi ginjal pada neonatus.  Hasil:  Selama  penelitian  berlangsung  didapatkan  89  sampel,  dimana  rerata panjang  badan  neonatus  adalah  44,46  ±  2,22  cm,  rentang  ureum  6-189  mg/dL (rerata  31,01  +  24,10  mg/dL),  rentang  kreatinin  didapatkan  0,20-4,03  mg/dL (rerata 0,78 + 0,47 mg/dL), rerata LFG diketahui pada 19,01+8,96 ml/menit/1,73 m2. Jumlah neonatus terbanyak pada kelompok usia gestasi 34-36 minggu. Rerata berat  badan  lahir  sebesar  1.964,94  ±  274  g,  dengan  rentang  1.500-2.400  g. Sebagian besar neonatus memiliki fungsi ginjal risk (31,5%) dan injury (30,3%). Hanya 15 (16,9%) neonatus yang tidak mengalami gangguan.  Kesimpulan:  Terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  BBL  dengan  tingkat gangguan fungsi ginjal (p&lt; 0,05). Koefisien korelasi 0,217 menunjukkan korelasi yang lemah. Tidak ada hubungan (p= 0,061) dan korelasi  yang signifikan antara usia gestasi terhadap LFG rendah (r= 0,189).  Kata kunci: neonatus, berat badan lahir rendah, acute kidney injury</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105224</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 11:48:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 11:59:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>