<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105219">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH RIZOBAKTERI INDIGENOUS SEBAGAI AGENS BIOKONTROL TERHADAP PATOGEN SYNCHYTRIUM POGOSTEMONIS PENYEBAB PENYAKIT BUDOK PADA TIGA VARIETAS TANAMAN NILAM ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD KHALIL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nilam (Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu komoditi penghasil minyak atsiri yang dibutuhkan pada berbagai sektor industri. Terdapat berbagai masalah dalam pengembangan nilam di lapangan yang salah satu diantaranya adalah penyakit budok (Synchytrium pogostemonis) yang dapat menurunkan produksi terna dan produksi minyak nilam. Upaya pengendalian dengan pemanfaatan agen hayati, yaitu rizobakteri indigenous dipilih dengan tujuan agroekosistem dan berbagai keutamaan lainnya. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala dan Kebun Percobaan Sektor Timur Fakultas Pertanian, Darussalam, Banda Aceh dimulai pada Januari sampai dengan Juni 2022. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 10x3 dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti yaitu 10 jenis isolat rizobakteri dan 3 jenis varietas nilam. Peubah yang diamati meliputi masa inkubasi penyakit, aktivitas enzim peroksidase, tinggi tanaman umur 30, 60 dan 90 HSPT, diameter batang umur 30, 60, dan 90 HSPT, jumlah daun, jumlah cabang, luas daun tanaman, intensitas serangan penyakit, berat brangkasan basah, dan berat brangkasan kering, intensitas serangan penyakit, berat brangkasan basah, dan berat brangkasan kering. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis isolat rizobakteri PS 6/4 merupakan perlakuan terbaik sebagai agens biokontrol terhadap patogen S. pogostemonis penyebab penyakit budok tanaman nilam. Varietas Lhokseumawe memberikan kontribusi nyata dalam ketahanan terhadap patogen S. pogostemonis penyebab penyakit budok pada tanaman nilam berdasarkan masa inkubasi, intensitas serangan penyakit, enzim peroksidase, dan jumlah daun tanaman. Interaksi terbaik terdapat pada isolat KI 8/4 dan varietas Lhokseumawe berdasarkan parameter masa inkubasi penyakit dan intensitas serangan penyakit.&#13;
&#13;
Kata Kunci	: Nilam, Budok, Rizobakteri, Varietas, Biokontrol</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105219</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 11:12:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 15:45:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>