<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105211">
 <titleInfo>
  <title>ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM INTERAKSI JUAL BELI ANTARA PEDAGANG DAN PEMBELI PADA TOKO SUTRA TEKSTIL DI PASAR ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Wina Almunadia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci : Alih Kode, Campur Kode, Faktor Alih Kode, Faktor Campur Kode, Interaksi.&#13;
Penelitian ini mendeskripsikan jenis alih kode, campur kode dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada interaksi jual-beli antara pedagang dan pembeli di Toko Sutra Tekstil Pasar Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sumber data dalam penelitian penjual dan pembeli, dan data dalam penelitian ini berupa 63 data tuturan penggalan percakapan terdapat alih kode, campur kode, dan faktor penyebab alih kode dan campur kode. Teknik pengumpulan data yang berupa (1) teknik sadap, untuk mengamati dan mencatat apa saja yang dilihat di lapangan, (2) terknik lanjutan, dalam teknik ini terdapat teknik rekam, catat. Penelitian ini menemukan dua jenis alih kode, yaitu (1) berdasarkan sifatnya dan (2) berdasarkan peralihannya. Jenis alih kode berdasarkan sifat terdiri dari (1) alih kode sementara dan (2) alih kode permanen. Jenis alih kode berdasarkan arah peralihannya terdiri dari (1) alih kode intern, dalam penelitian ini peneliti temukan&#13;
(a)	alih kode bahasa Indonesia ke bahasa Aceh, (b) alih kode dari bahasa Aceh ke bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini terdapat 4 faktor penyebab terjadinya faktor alih kode terdiri dari (1) penutur, (2) lawan tutur, (3) adanya pihak ketiga, (4) perubahan topik pembicaraan. Selanjutnya, jenis campur kode dalam penelitian ini terdapat (1) campur kode dalam, (2) penyisipan unsur kebahasaan, yaitu (a) penyisipan kata bahasa Aceh ke dalam tuturan bahasa Indonesia, (b) penyisipan frasa bahasa Indonesia ke dalam tuturan bahasa Aceh, (c) penyisipan frasa bahasa Aceh ke dalam tuturan bahasa Indonesia, (d) penyisipan kata ulang bahasa Aceh ke dalam uturan bahasa Indonesia, (5) penyisipan kata ulang bahasa Indonesia ke dalam tuturan bahasa Aceh. Terdapat empat faktor yang menyebabkan terjadinya campur kode, yaitu (1) mempermudah alur komunikasi, (2) kebiasaan, (3) faktor tujuan pembicaraan, (4) keterbatasan penggunaan kode. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat penggunaan alih kode dan campur kode bahasa Aceh dan bahasa Indonesia pada masyarakat Aceh dalam interaksi komunikasi pada toko Sutra Tekstil di Pasar Aceh&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105211</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 11:03:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 14:40:30</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>