<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105169">
 <titleInfo>
  <title>INDEKS KERENTANAN PESISIR MENGGUNAKAN PARAMETER HIDRO-OSEANOGRAFI DI PULAU BREUH KECAMATAN PULO ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Israini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian tentang indeks kerentanan pesisir menggunakan parameter hidro-oseanografi dengan studi kasus yang dilakukan di wilayah Pulau Breuh yang berlangsung dari bulan April sampai Juli 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks kerentanan pesisir di wilayah Pulau Breuh berdasarkan parameter hidrooseanografi. Metode yang digunakan adalah Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan menggunakan empat variabel oseanografi yaitu pasang surut, salinitas, tinggi gelombang signifikan dan kenaikan muka laut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan langsung di lapangan dan pengambilan data melalui beberapa situs yang berwenang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir Pulau Breuh digolongkan kedalam tingkat kerentanan kurang rentan dan tidak rentan dengan nilai CVI berkisar antara 0-10. Kerentanan dengan kelas kurang rentan berjumlah 40 sel (10,86 %) dan kelas tidak rentan sebanyak 328 sel (89,13 %). Hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena pesisir Pulau Breuh memiliki pasang surut dan tinggi gelombang signifikan yang tergolong dalam kelas sangat rentan serta kondisi pantainya yang landai pada beberapa wilayah sehingga dapat beresiko terjadinya erosi dan abrasi. Wilayah Pulau Breuh juga memiliki kenaikan muka laut yang masuk kedalam kategori kurang rentan dan memiliki salinitas yang bervariasi disetiap daerah sehingga ada daerah yang airnya masih dapat di gunakan untuk kehidupan sehari-hari.&#13;
&#13;
Kata Kunci : Hidro-oseanografi, Coastal Vulnerability Index (CVI), pesisir, pulau breuh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>OCEANOGRAPHY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COASTAL DEFENSE</topic>
 </subject>
 <classification>551.46</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105169</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 22:44:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 09:49:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>