INDEKS KERENTANAN PESISIR MENGGUNAKAN PARAMETER HIDRO-OSEANOGRAFI DI PULAU BREUH KECAMATAN PULO ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INDEKS KERENTANAN PESISIR MENGGUNAKAN PARAMETER HIDRO-OSEANOGRAFI DI PULAU BREUH KECAMATAN PULO ACEH


Pengarang

Ayu Israini - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Chitra Octavina - 198910202015042001 - Dosen Pembimbing I
Haekal Azief Haridhi - 198712172014041001 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

1811101010005

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2022

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.46

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Telah dilakukan penelitian tentang indeks kerentanan pesisir menggunakan parameter hidro-oseanografi dengan studi kasus yang dilakukan di wilayah Pulau Breuh yang berlangsung dari bulan April sampai Juli 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menilai indeks kerentanan pesisir di wilayah Pulau Breuh berdasarkan parameter hidrooseanografi. Metode yang digunakan adalah Coastal Vulnerability Index (CVI) dengan menggunakan empat variabel oseanografi yaitu pasang surut, salinitas, tinggi gelombang signifikan dan kenaikan muka laut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan langsung di lapangan dan pengambilan data melalui beberapa situs yang berwenang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wilayah pesisir Pulau Breuh digolongkan kedalam tingkat kerentanan kurang rentan dan tidak rentan dengan nilai CVI berkisar antara 0-10. Kerentanan dengan kelas kurang rentan berjumlah 40 sel (10,86 %) dan kelas tidak rentan sebanyak 328 sel (89,13 %). Hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena pesisir Pulau Breuh memiliki pasang surut dan tinggi gelombang signifikan yang tergolong dalam kelas sangat rentan serta kondisi pantainya yang landai pada beberapa wilayah sehingga dapat beresiko terjadinya erosi dan abrasi. Wilayah Pulau Breuh juga memiliki kenaikan muka laut yang masuk kedalam kategori kurang rentan dan memiliki salinitas yang bervariasi disetiap daerah sehingga ada daerah yang airnya masih dapat di gunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Kata Kunci : Hidro-oseanografi, Coastal Vulnerability Index (CVI), pesisir, pulau breuh

esearch has been conducted on the coastal vulnerability index using hydrooceanographic parameters with a case study conducted in the Breuh Island area which took place from April to July 2022. This study aims to assess the coastal vulnerability index in the Breuh Island area based on hydro-oceanographic parameters. The method used is the Coastal Vulnerability Index (CVI) using four oceanographic variables, namely tides, salinity, significant wave height and sea level rise. Data collection is carried out by taking it directly to the field and retrieving data through several official websites. The results of this study show that the coastal areas of Breuh Island are classified as less vulnerable and not vulnerable to the level of vulnerability with CVI values ranging from 0-10. The susceptibility with the less susceptible class amounted to 40 cells (10.86 %) and the non-susceptible class was 328 cells (89.13 %). This cannot be allowed because the coast of Breuh Island has significant tides and wave heights that are classified as very vulnerable and the coastal conditions are soft in some areas so that it can risk erosion and abrasion. The Breuh Island area also has sea level rise which is included in the category of less vulnerable and has different salinities in each area so that there are areas whose water can still be used for daily life. Keywords : Hydro-oceanography, Coastal Susceptibility Index (CVI), coastal, breuh island

Citation



    SERVICES DESK