<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105101">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH DOSIS SPERMA YANG DIINSEMINASIKAN TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS TELURRNAYAM KAMPUNG (GALLUS DOMESTICA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WIRA ASYUDI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peningkatan populasi ayam kampung salah satunya dapat dilakukan dengan penerapan metode inseminasi buatan (IB). Tujuan penelitian ini yaitu , untuk dapat mengetahui bagaimana pengaruh tingkat dosis dari spermatozoa yang diinsiminasikan terhadap tingkat fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung. Tujuan dari Dosis IB ini, agar dapat mengetahui tingkat perbandingan ayam jantan dan ayam betina yang paling efisien dalam suatu pemeliharaan. Pada ayam jantan,dilakukan penampungan pada semennya, kemudian semen tersebut, dicampur dari 3 ekor ayam kampung jantan yang berumur sekitar 12 - 15 bulan. Konsentrasi spermatozoa semen yang telah diketahui, dibagi menjadi 3 bagian, lalu semen tersebut,kemudian dilakukan pengenceran masing masing semen dengan NaCl fisiologis hingga akhirnya diperoleh dosis akhir sebagai berikut, 50x106 /0,1 ml adalah perlakuan dosis 1, perlakuan 100x106 /0,1 ml adalah perlakuan dosis 2 , 200x106 /0,1 ml adalah perlakuan dosis 3. kemudian, terhadap 15 ekor ayam kampung betina, dilakukan inseminasi, agar dapat mengetahui bagaimana pengaruh dosis terhadap fertilitas dan daya tetas telur. Ayam betina yang digunakan untuk IB adalah ayam betina umur sekitar 12 - 18 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis spermatozoa berpengaruh pada fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung. Masing-masing perlakuan dosis 1, 2, dan 3, fertilitas telurnya adalah 52,00 ± 10,95%; 72,00 ± 17,89 %; dan 80,00 ± 14,14 %, sedangkan daya tetas terluar, persentasenya adalah 44,00 ± 16,73 %; 60,00 ± 14,14 %; dan 72,00 ± 10,95 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dosis sperma berpengaruh pada fertilitas dan daya tetas telur ayam kampung.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105101</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:36:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:39:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>