<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105080">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI TERHADAP SUBKULTUR NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nazhatul izzah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ekstrak bagian dari tumbuhan berpotensi menjadi zat pengatur tumbuh yang dapat digunakan pada kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum) sebagai ZPT alami terhadap pertumbuhan subkultur nilam aceh (Pogotemon cablin Benth.) dan mengetahui konsentrasi ekstrak tomat yang paling baik untuk pertumbuhan eksplan tanaman nilam aceh. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2022 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (media MS 0), P1 (media MS + 4 ml/L ekstrak buah tomat), P2 (media MS + 6 ml/L ekstrak buah tomat), P3 (media MS + 8 ml/L ekstrak buah tomat), P4 (media MS + 10 ml/L ekstrak buah tomat) dan P5 (media MS + 12 ml/L ekstrak tomat). Parameter yang diukur adalah tinggi planlet, jumlah daun, jumlah akar dan jumlah tunas. Data penelitian di analisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA), uji lanjut dengan menggunakan Uji Lanjut Duncan pada taraf signifikan 95% dan semua data dianalisis dengan menggunakan SPSS versi 18. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak buah tomat tidak memberi pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi planlet, jumlah daun dan jumlah tunas. Sedangkan pada parameter jumlah akar berpengaruh nyata. Konsentrasi ekstrak buah tomat 10 ml/L merupakan konsentrasi yang optimal untuk menghasilkan rataan tinggi planlet. Konsentrasi ekstrak buah tomat 8 ml/L merupakan konsentrasi yang optimal untuk menghasilkan rataan jumlah daun dan jumlah tunas. Perlakuan kontrol (MS 0) menghasilkan rataan jumlah akar terbaik, hal ini diduga pada ekstrak buah tomat mengandung asam coumarin yang menghambat pertumbuhan akar. &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Nilam (Pogostemon cablin Benth.), Ekstrak buah tomat, media MS.  &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105080</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 14:29:17</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 09:45:52</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>