<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105062">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN DEPRESI PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI BADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DR.  ZAINOEL ABIDIN  (BPK RSUZA) BANDA  ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maskur</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2004</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Depresi    adalah      suatu   keadaan   yang  menekan,   berbahaya   dan   memerlukan perawatan  aktif dini. Depresi dapat terjadi  pada pasien  dengan gangguan mobiltas fisik. Gangguan mobilitas fisik adalah suatu keadaan individu yang mengalami  atau beresiko   mengalami   keterbatasan  gerak  fisik. Masalah yang ingin diteliti  adalah  tingkat  depresi  melalui 2I  karateristik gejala  depresi  model  Beck  pada  pasien   dengan  gangguan  mobilitas fisik di  BPK RSUZA Banda Aceh tahun 2004 .  Desain  peneliti  bersifatr deskriptif  eksploratif   dengan pendekatan cross- sectional study.&#13;
Adapun teknik   pengambilan sampel  adalah pendugaan proper I populasi   dengan  persentasi  kelonggaran   penelitian dan  proporsi 10% dan didapat 96 sampel. Pengumpulan data dan  tanggal 14  sampai 28 Juli 2004.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah  BDI  (Beck Depression  Inventory). Kemudian data di olah dan analisa  untuk mengetahui tingkat  depresi  pada  pasien gangguan  mobilitas    fisik dengan  ketentuan  nilai,  depresi  berat jika   nilainya  &gt;_ 24, depresi  sedang  jika  nilainya  6-23. depresi ringan jika   nilainya  10-15, dan tidak depresi  jika  nilainya    0-9  . Hasil penelitian  didapat  tingkat  depresi pasien  gangguan  mobilitas  fisik  berada  pada katagori depresi  berat  38  orang  (39.58~o)  dan  karaktenstik  gejala  depresi yang paling banyak dialami adalah perubahan  fungsi kerja hanya 5 orang (5.2%) yang tidak  mengalami perubahan  ini dan  gejala yang paling sedikit adalah  keinginan menghukum diri  hanya   10 orang  (10.4%)   yang  mengalami. Diharapkan  kepada perawat dan keluarga dapat  memberikan perhatian    dan    simpati  dalam menanggulangi depresi yang menyertai pasien dengan gangguan mobiltas  fisik sehingga pasien dapat menjalani hari-harinya dengan tenang dan nyaman.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci   :  depresi.  gangguan  mobiltas fisik&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEPRESSION (MENTAL STATE) - MEDICINE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MENTAL DISORDERS - NURSING</topic>
 </subject>
 <classification>616.852 7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105062</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 13:13:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:26:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>