<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105059">
 <titleInfo>
  <title>INTERPRETASI ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL PADA BAGIAN UTARA KOMPLEK BENTENG INDRAPATRA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MAYSARA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>MIPA-Fisika</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Benteng Indrapatra merupakan salah satu situs bersejarah yang menyimpan informasi tentang kegiatan manusia pada masa lampau yang perlu dilestarikan. Struktur situs yang tertimbun dibawah permukaan dapat dipelajari dan dieksplorasi dengan salah satu metode geofisika yaitu metode magnetik. Benteng Indrapatra saat ini telah mengalami kerusakan akibat digerus oleh gelombang laut sehingga keberadaannya secara fisik sulit untuk diidentifikasikan. Interpretasi secara kualitatif yang bertujuan untuk menduga ada tidaknya benda atau struktur bangunan benteng yang tertimbun berdasarkan anomali medan magnetik total. Metode magnetik dapat memetakan sebaran batuan dan dapat menampilkan struktur benteng yang berada dibawah tanah dengan  baik tanpa merusak area pengukuran. Pengukuran yang telah dilakukan pada 340 titik secara zig-zag menggunakan Proton Precession Magnetometer (PPM) dengan jarak antar lintasan dan antar titik pengukuran sejauh 3 meter. Hasil pengukuran di lapangan merupakan data medan magnetik total yang kemudian dilakukan koreksi yaitu koreksi harian dan IGRF. Hasil pengolahan data berupa anomali medan magnetik total telah melalui tahap transformasi sinyal analitik dan filter downward continuation. Proses downward continuation berfungsi untuk mempertajam bentuk dari respon anomali. Metode transformasi sinyal analitik mampu gambaran struktur benteng dengan baik. Peta kontur hasil transformasi sinyal analitik dapat mengidentifikasi adanya pola berbentuk lingkaran dan memanjang. Pola lingkaran diidentifikasi sebagai tumpukan batu dan pola memanjang diidentifikasi sebagai struktur bangunan benteng. Berdasarkan hasil peta kontur metode magnetik menggunakan transformasi sinyal analitik sangat efektif dalam mengidentifikasi data respon anomali medan magnetik khususnya dalam memberikan gambaran struktur bangunan dengan jelas dan dapat menentukan posisi benda di bawah permukaan.&#13;
&#13;
Kata kunci : Metode magnetik, transformasi sinyal analitik, interpretasi kualitatif, Benteng Indrapatra.&#13;
&#13;
&#13;
 &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105059</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 12:56:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 08:58:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>