<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105051">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM ASIMILASI  TERHADAP NARAPIDANA KELAS II A BANDA ACEH PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARIF FONNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam rangka penanggulangan dan pencegahan Covid-19 melalui Peraturan Menteri &#13;
Hukum dan HAM (PERMENKUMHAM) Nomor 10 Tahun 2020 tentang syarat &#13;
pemberian asimilasi dan hak integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka &#13;
pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19. Hal tersebut menimbulkan &#13;
keresahan dikalangan publik, keresahan tersebut menimbulkan rasa takut terhadap &#13;
masyarakat sehingga ada yang mengklaim bahwa program asimilasi tersebut hanyalah &#13;
permainan pemerintah mengingat terjadinya overload kapasitas Lapas/Rutan yang &#13;
seharusnya pemerintah melakukan peningkatan kapasitas Lapas/Rutan untuk menjaga &#13;
peningkatan angka penyebaran virus tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
mengetahui dan menjelaskan mengenai pembinaan dan pengawasan yang dilakukan &#13;
pihak Bapas terhadap narapidana kelas II A Banda Aceh serta untuk mengetahui dan &#13;
menjelaskan mengenai efektivitas program asimilasi narapidana kelas II A Banda &#13;
Aceh pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020. Pendekatan penelitian yang dilakukan &#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa &#13;
adanya beberapa bentuk pembinaan dan pengawasan narapidana yaitu: (1) &#13;
pengawasan Bapas melalui Zoom Meeting, serta (2) Pengawasan Bapas melalui &#13;
Keluarga/Aparatur Desa. Dan efektivitas program asimilasi narapidana di Lapas kelas &#13;
II A Banda Aceh pada masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dalam rangka &#13;
penanggulangan dan pencegahan virus tersebut terbilang kurang efektif mengingat &#13;
tidak adanya pembinaan dan pengawasan secara langsung terhadap narapidana yang &#13;
mendapatkan program asimilasi. Kesimpulan ialah bentuk pembinaan dan &#13;
pengawasan yang dilakukan pihak Bapas pada narapidana kelas II A Banda Aceh &#13;
yaitu, melakukan kerjasama dengan pihak keluarga serta aparatur desa terkait dalam &#13;
mengontrol perilaku narapidana serta pengawasan yang diberikan yaitu, melakukan &#13;
panggilan Video Call atau Zoom Meeting yang rutin dilakukan setiap hari dengan &#13;
menunjukkan wajah secara langsung. Pendekatan eksperimental menjadi pendekatan &#13;
yang paling cenderung dalam hal efektivitas program asimilasi terhadap narapidana &#13;
kelas II A Banda Aceh tahun 2020. &#13;
Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Asimilasi, Narapidana</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>PRISONER DISCHARGE</topic>
 </subject>
 <classification>365.647</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105051</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 12:39:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-22 10:00:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>