GAMBARAN PROFIL PENDERITA INFEKSI PARU NON TUBERKULOSIS DAN POLA KUMAN PENYEBAB SERTA KEPEKAANNYA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI KLINIK DAN RUANG RAWAT PENYAKIT PARU RSUDZA BANDA ACEH PERIODE TAHUN 2009 -2011 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN PROFIL PENDERITA INFEKSI PARU NON TUBERKULOSIS DAN POLA KUMAN PENYEBAB SERTA KEPEKAANNYA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTIKA DI LABORATORIUM MIKROBIOLOGI KLINIK DAN RUANG RAWAT PENYAKIT PARU RSUDZA BANDA ACEH PERIODE TAHUN 2009 -2011


Pengarang

Emil Fathoni - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101010033

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Infeksi paru non tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi paru yang terbanyak didapatkan dan sering menyebabkan kematian hampir di seluruh dunia. Pola penyakit infeksi paru non TB berbeda antara satu rumah sakit dengan yang lain. Penatalaksanaan utama infeksi paru non TB harus didasarkan pada pemilihan antibiotika secara empirik dan rasional sesuai mikroorganisme penyebab infeksi di rumah sakit setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran profil penderita infeksi paru. non TB dan pola kuman penyebab serta sensitivitasnya terhadap beberapa antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi
Klinik dan Ruang Rawat Penyakit Paru RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan metode cross
sectional. Sampel penelitian adalah total populasi data penderita yang didiagnosis infeksi paru non TB dan hasil pemeriksaan kultur sputum serta uji sensitivitasnya. Data dianalisa secara univariat. Dari seluruh penderita infeksi paru non TB : 76,6
% penderita laki-laki, dengan diagnosis klinis terbanyak pneumonia (80,1%). Insidensi infeksi paru non TB meningkat dengan bertambahnya usia (kelompok usia dewasa tua 46,2% dan lanjut usia 25,7%). Etiologi terbanyak Klebsiella pneumonia (38,6%) diikuti Pseudomonas aeruginosa (18,1%) dan Acenitobacter spp (18,1%). Dari data hasil uji sensitivitas terhadap semua jenis bakteri menunjukkan sensitivitas yang berbeda, sebagian besar antibiotik golongan cephalosporin menunjukkan resistensi yang cuk:up tinggi, sedangkan meropenem masih sensitif terhadap bampir semua jenis bakteri.

Kata kunci : infeksi paru non tuberkulosis, pola kuman, pneumonia, sensitivitas

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK