<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="105011">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN  KOMUNIKASI  PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN  KELUARGA  PADA   PASIEN  YANG DIRAWAT  DI  INSTALASI  PERAWATAN   INTENSIVERNRSUD  DR. ZAINOEL ABIDIN  BANDA ACEH TAHUN  2010</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulkarnaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam peraktek  keperawatan  profesional  perawat  memegang  tanggung jawab yang sangat besar terhadap klien dan  keluarga.  Penelitian menunjukkan bahwa keluarga	mengalami  kecemasan  dan   disorganisasi   perasaan  ketika  anggota keluarganya masuk rumah sakit,  ini disebabkan mereka sering kesulitan bekerja sama dengan perawat. Penelitian ini dilakukan   di Rumah Sakit Umum  Daerah dr. Zainoel	Abidin  Banda  Aceh.  Desain  penelitian  yang  digunakan  adalah  studi korelatif, jumlah  sampel  penelitian  didapat 96  orang, tehnik pengambilan sampel yaitu   purposive   sampling.  Alat  pengumpulan  data      dalam  bentuk  angket. Pengujian  hipotesis   dilakukan   dengan   uji   chi   square.   Hasil   penelitian menunjukkan	bahwa   rata-rata   komunikasi   perawat   bersifat   terapeutik   dan responden mengalami cemas ringan sebanyak 34.4 %, cemas sedang 33.3 %, berat  16.7 % dan tidak ada cemas  15.6 %. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi perawat   mempunyai hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan  keluarga,  Hubungan  komunikasi  verbal  dengan tingkat  kecemasan keluarga (p=0.014; a= 0.05). Hubungan ekspresi wajah dengan tingkat kecemasan keluarga (p=0.000;a=  0.05). Hubungan sikap tubuh dengan tingkat kecemasan keluarga (p=0.021; a= 0.05). Hubungan intonasi suara dengan tingkat kecemasan keluarga (p=0.0I8; a= 0.05). Kesimpulan secara umum terdapat hubungan antara komunikasi perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di instalasi perawatan intensive. Disarankan kepada Rumah Sakit Umum  Daerah dr. ZainoeJ Abidin Banda Aceh agar dapat meningkatkan kemampuan komunikasi perawat  balk verbal maupun  non verbal  agar   pelayanan keperawatan   sesuai dengan standar yang diharapkan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci      :     Komunikasi Perawat, Tingkat Kecemasan&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>105011</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 10:46:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 10:46:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>