<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104978">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH JENIS MORDAN DAN TEKNIK MORDANTING PADA KAIN KATUN DENGAN PEWARNA ALAMIRNDARI TUMBUHAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IDA FARIDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ida Farida (2022). Pengaruh Jenis Mordan dan Teknik Mordanting pada Kain Katun dengan Pewarna Alami dari Tumbuhan.&#13;
Pewarna alami dari tumbuhan merupakan salah satu sumber daya alam yang mempunyai potensi untuk digunakan sebagai zat pewarna tekstil. Bagian tumbuhan yang dapat digunakan adalah biji, bunga, daun, batang, dan akar serta pemakaian mordan untuk pengikat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tumbuhan sekitar yang dapat dijadikan pewarna alami, dan mengetahui pengaruh jenis mordan yang berbeda dengan teknik mordanting terhadap hasil warna yang dihasilkan pada kain katun dari zat warna alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan objek penelitian hasil jadi pewarnaan pada kain katun yang sudah dicelup zat warna alami dan mordan. Data diperoleh dari hasil penelitian eksperimen dan dokumentasi yang dilakukan oleh peneliti. Tumbuhan yang digunakan ada 10 jenis yaitu daun papaya, daun andong, daun rambutan, daun sirih, daun sirsak, pinang, kesumba, batang pohon sikkam, batang nangka dan serbuk kayu seumantok. Bahan yang digunakan adalah kain katun dan mordan yang terdiri 3 jenis yaitu tawas, tunjung dan kapur. Hasil ekstraksi 10 tumbuhan diperoleh 10 jenis zat warna: daun papaya berwarna hijau muda, daun andong hijau armi, daun rambutan hijau, daun sirih warna coklat, daun sirsak coklat kemerahan, pinang warna merah, kesumba merah keorange, batang nangka orange, batang pohon sikkam berwarna maron, dan kayu seumantok warna coklat muda. Langkah mewarnai kain katun dimulai dengan mencelupkan kain katun yang sudah dicuci dengan tro ke dalam zat warna alami, kemudian hasil warna alami pada kain katun dibagi menjadi empat bagian, 1 untuk warna alami dan 3 untuk fiksasi mordan. Hasil eksperimen akhir diperoleh 40 sampel kain dengan 10 warna alami, 10 warna dengan fiksasi tawas, 10 warna fiksasi tunjung, dan 10 warna fiksasi dengan kapur. Hasil pengaruh pemakaian mordan sangat berpengaruh terhadap hasil warna akhir. Pengaruh mordan tunjung memberi hasil warna berbeda menjadi lebih pekat/hitam, pemakaian tawas dan kapur tidak banyak terjadi perubahan dari warna alami.&#13;
Kata Kunci : Pewarna Alami, Kain Katun, Mordan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104978</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 01:35:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:48:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>