<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104938">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS PELAPISAN BENIH (SEED COATING) TERHADAP BENIH CABAI TERINFEKSI COLLETOTRICHUM GLOEOSPORIOIDES MENGGUNAKAN EKSTRAK NABATI PADA BEBERAPA WAKTU SIMPAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Maulina Syadidah Hasibuan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Abstrak. Colletotrichum gloeosporioides mampu menginfeksi benih cabai. Salah satu upaya yang digunakan untuk mengatasi masalah patogen terbawa benih dan untuk mempertahankan mutu benih cabai selama penyimpanan yaitu dengan pelapisan benih menggunakan ekstrak nabati yang bersifat anti fungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu simpan dan pelapisan benih dalam mempertahankan viabilitas benih cabai serta interaksi antara keduanya terhadap viabilitas benih cabai terinfeksi C. gloeosporioides. Penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial 3x5 dengan 3 ulangan. Faktor yang diamati yaitu waktu simpan yang terdiri dari 3 taraf (waktu simpan 7, 14 dan 21 hari) dan pelapisan benih cabai menggunakan ekstrak nabati yang terdiri dari 5 taraf (kontrol, kunyit 50%, kunyit 100%, lengkuas 50% dan lengkuas 100%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu simpan berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, kejadian penyakit, tinggi tanaman 14 HSPT dan 21 HSPT, jumlah daun 14 HSPT, serta kerapatan spora C. gloeosporioides dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 HSPT dan jumlah daun 21 HSPT. Pelapisan benih berpengaruh sangat nyata terhadap potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserampakan tumbuh, kecepatan tumbuh relatif, kejadian penyakit, jumlah daun 14 HSPT, serta kerapatan spora C. gloeosporioides dan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 14 HSPT dan jumlah daun 21 HSPT. Terdapat interaksi yang sangat nyata pada perlakuan waktu simpan dan pelapisan benih terhadap parameter keserampakan tumbuh dan kerapatan spora C. gloeosporioides pada benih cabai dan terdapat interaksi yang nyata terhadap parameter daya berkecambah. Kombinasi perlakuan terbaik dijumpai pada waktu simpan 21 hari menggunakan ekstrak kunyit 50% berdasarkan parameter daya berkecambah, keserampakan tumbuh dan menurunnya kerapatan spora pada kombinasi perlakuan tersebut.&#13;
Kata Kunci: Colletotrichum gloeosporioides, ekstrak nabati, pelapisan benih, tanaman cabai dan waktu simpan.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104938</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 19:44:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 12:16:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>