<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104905">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ENDAPAN SEDIMEN TSUNAMI PURBA DI GAMPONG GLE JONG, KECAMATAN JAYA, KABUPATEN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DITYA NABILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian analisis endapan sedimen tsunami purba di Gampong Gle Jong, Mukim Kuala Daya, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lapisan sedimen tsunami yang terendapkan dan menganalisis sedimen tsunami tersebut. Daerah penelitian terletak di persawahan penduduk pada koordinat 〖05〗^° 〖04〗^' 34.5^&quot;N dan 〖95〗^° 〖19〗^' 20.9^&quot;E. Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan metode coring menggunakan alat hand auger, yang dilakukan pada 2 lintasan. Pada lintasan 1 terdapat 7 titik pengambilan sampel sedimen dan lintasan 2 terdapat 6 titik pengambilan sampel sedimen dengan jarak setiap titik yang berbeda-beda. Sampel yang didapatkan kemudian diamati secara visual berupa ukuran butir sedimen, warna, dan organik-organik yang terdapat di dalamnya. Selanjutnya sampel yang diduga sebagai sedimen tsunami ditempatkan ke dalam pipa paralon yang telah dibelah dua dengan diameter 3 cm, kemudian sampel dibawa ke Laboratorium untuk dilakukan pengamatan lebih lanjut. Dari hasil pengolahan dan pengamatan sampel tersebut jenis sedimen yang diperoleh berupa sedimen lempung, lanau, pasir, dan diduga sedimen tsunami yang terjadi di masa lampau. Ciri-ciri dari sedimen tsunami yaitu adanya lapisan pasir yang berada di antara dua lapisan tanah humus yang mengandung organik. Sedimen yang diduga sedimen tsunami hanya diperoleh pada lintasan 1 di titik 6 berada pada kedalaman 369-400 cm dengan ketebalan 30 cm dan pada lintasan 2 di titik 6 berada pada kedalaman 417-426 cm dengan ketebalan 10 cm. Data sedimen dianalisis berdasarkan klasifikasi Troels-Smith dengan ukuran butir sedimen yang dipilah menggunakan ayakan mesh untuk membedakan setiap jenis sedimennya. Setelah dianalisis ternyata persentase sedimen pasir lebih banyak didapatkan dari pada sedimen lempung dan sedimen lanau, dikarenakan ukuran sedimen pasir lebih besar dan massanya lebih besar dibanding  dengan sedimen lempung dan sedimen lanau.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SEDIMENTATION - IN WATER</topic>
 </subject>
 <classification>551.353</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104905</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 16:59:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-10-18 15:31:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>