<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104889">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LAMA WAKTU PRAPERLAKUAN DINGIN TERHADAP PEMBENTUKAN KALUS KULTUR ANTERA TANAMAN CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L.) LOKAL ACEH GENOTIPE PERINTIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IZZA KAMAL HARIDHI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kultur jaringan tanaman dapat dilakukan untuk proses perbanyakan tanaman maupun untuk keperluan bioteknologi, salah satunya yaitu kultur antera. Kultur antera tanaman cabai sulit dilakukan karena pertumbuhan kalus, regenerasi organ tanaman, dan efektivitasnya yang masih rendah. Praperlakuan seperti suhu dingin dapat mengingkatkan induksi pertumbuhan kalus dan embriogenesis pada kultur antera cabai. Namun, proses kultur antera cabai dipengaruhi oleh banyak faktor seperti varietas atau genotipe tanaman, tahapan perkembangan mikrospora, jenis media dan konsentrasi ZPT yang digunakan, praperlakuan yang diberikan, dan lingkungan inkubasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu praperlakuan dingin terhadap pembentukan kalus kultur antera tanaman cabai merah lokal Aceh genotipe Perintis. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari Desember 2021 sampai dengan April 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola non faktorial dengan 4 perlakuan yaitu kontrol, praperlakuan dingin 4℃ selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan total 60 antera di tiap perlakuan. Penelitian ini menggunakan media MS dengan penambahan konsentrasi 2 mgL-1 IAA + 0,2 mgL-1 Kinetin. Parameter yang diamati adalah tahapan perkembangan mikrospora, waktu tumbuh kalus, persentase tumbuh kalus, persentase kontaminasi, jenis kontaminasi, persentase embriogenesis, dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu praperlakuan dingin berpengaruh tidak nyata terhadap pembentukan kalus kultur antera tanaman cabai merah lokal Aceh genotipe Perintis. Hasil penelitian menunjukkan bunga cabai merah genotipe Perintis berumur 6 hari mengandung mikrospora pada tahapan binucleat. Persentase tumbuh kalus kultur antera tertinggi dijumpai pada kontrol yaitu sebesar 8,3%. Persentase tumbuh kalus kultur antera praperlakuan dingin 48 jam dan 72 jam masing-masing sebesar 6,6%. Sedangkan persentase tumbuh kalus kultur antera terendah diperoleh dari praperlakuan dingin 24 jam sebesar 5%. Persentase kontaminasi terendah diperoleh dari praperlakuan dingin 48 jam sebesar 8,3%. Bakteri merupakan kontaminan paling banyak menyebabkan kontaminasi pada penelitian ini sebesar 7,9%. Persentase embriogenesis tertinggi diperoleh dari praperlakuan dingin 72 jam sebesar 3,3%. Kalus yang dihasilkan antera memiliki warna putih (11,6%), putih kekuningan (10%), dan putih kecoklatan (5%).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104889</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 16:13:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 11:13:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>