<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104881">
 <titleInfo>
  <title>TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP RNFASILITAS PUBLIK PADA RUANG TERBUKA HIJAU KOTA RNBANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZIAH AFSAH AZNI LUBIS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ruang terbuka hijau merupakan area memanjang/jalur mengelompok yang penggunaanya bersifat terbuka dan diisi oleh tanaman serta vegetasi yang bermanfaat bagi masyarakat, ruang terbuka hijau bukan hanya merupakan pembangunan dalam rangka mensejahterakan masyarakat tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. Pembangunan fisik Kota Banda Aceh dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran air, tanah, dan udara. Oleh karena itu, dibutuhkannya RTH sebagai penyeimbang antara pembangunan Kota Banda Aceh dan kebutuhan akan air dan udara bersih Kota Banda Aceh. Evaluasi yang dilakukan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mengenai Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau di Kota Banda Aceh pada tahun 2019 menjelaskan bahwa kenyamanan masyarakat Kota Banda Aceh terhadap fasilitas yang tersedia di RTH masih kurang jika dilihat dari jumlah fasilitas publik pada RTH Kota Banda Aceh. Oleh karena itu, mengingat kurangnya fasilitas yang tersedia pada RTH, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik Pada RTH Kota Banda Aceh dengan menggunakan teori politik hijau, teori pelayanan publik dan teori kepuasan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deksriptif dengan metode pengumpulan data melalui angket, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan metode pengeditan data, transformasi data serta tabulasi data dan diuji menggunakan uji validitas, uji reliabilitas dan skala likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis (H0) dalam penelitian ini diterima atau dengan kata lain dugaan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap fasilitas publik yang terdapat pada RTH Kota Banda Aceh rendah memang benar adanya. Hal tersebut dikarenakan kurangnya fasilitas publik pada RTH Kota Banda Aceh yang berpengaruh terhadap pelayanan pembangunan yang berfokus pada penyediaan sarana, prasarana yang baik dan nyaman kepada masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan masyarakat Kota Banda Aceh dapat meningkatkan pemahaman mengenai RTH serta diharapkan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk menyediakan serta melakukan perbaikan fasilitas yang rusak pada RTH. &#13;
Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau, Fasilitas Publik, dan Kepuasan Masyarakat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104881</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 16:01:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 14:34:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>