<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104873">
 <titleInfo>
  <title>RESPON PERTUMBUHAN TUNAS TIN (FICUS CARICA L.) AKIBAT PEMBERIAN KONSENTRASI BENZYL AMINO PURIN DAN NAPHTHALENE ACETIC ACID SECARA KULTUR JARINGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ruhul Aflah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tin merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok buah. Tanaman tin berguna sebagai sumber vitamin, mineral, karbohidrat, serat, dan lemak. Permintaan pasar yang semakin tinggi, menjadikan tin semakin banyak dibudidayakan di Indonesia. Tin dapat diperbanyak dengan cara konfensional namun memiliki kendala waktu yang lama dan kualitas bibit yang rendah. Sehingga digunakan cara kultur jaringan sebagai alternatif. Kultur jaringan bermanfaat menghasilkan bibit yang unggul dalam waktu yang singkat. Eksplan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pucuk tunas tin. Selain eksplan faktor lainnya yang menentukan keberhasilan kultur jaringan adalah Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Zat pengatur tumbuh yang dipakai dalam penelitian ini yaitu Benzil Amino Purin (BAP) dan Naphthalena Acetic Acid (NAA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon pertumbuhan tunas tin akibat pemberian BAP dan NAA serta interaksi keduanya secara kultur jaringan. Penelitiam dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, dari bulan Desember 2021 sampai dengan April 2022. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor yaitu, konsentrasi BAP, terdiri dari 3 taraf: 0, 1 dan 1,5 mg L-1 BAP dan konsentasi NAA terdiri dari 4 taraf: 0,1, 0,3 dan 0,5 mg L-1 NAA. Terdapat 12 kombinasi konsentrasi, masing-masing konsentrasi diulang sebanyak 3 kali, total 36 botol konsentrasi. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan hidup, persentase kontaminasi, waktu tumbuh tunas, persentase tumbuh tunas, tinggi eksplan, jumlah daun, persentase tumbuh kalus, waktu tumbuh akar, dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase eksplan hidup tertinggi sebesar 100% dan persentase kontaminasi terendah sebesar 0% (tidak terkontaminasi) pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA, 0,3 mg L-1 NAA, 1,5 mg L-1 BAP, 1 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1 NAA, 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA, 1,5 mg L-1 BAP+0,3 mg L-1 NAA, 1,5 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1 NAA, dan kontrol. Waktu tumbuh tunas eksplan tanaman tin tercepat yaitu 28 HST pada konsentrasi 1 mg L-1 BAP+0,3 mg L-1 NAA dan 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA. Persentase tumbuh tunas tertinggi sebesar 100% pada konsentrasi 1 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1, 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1, 1,5 mg L-1 BAP+0,3 mg L-1, 1,5 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1, dan kontrol. Tinggi tunas eksplan tanaman tin terbaik sebesar 3,06 cm pada konsentrasi 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA. Jumlah daun eksplan tin terbanyak sebesar 9,33 helai dijumpai pada konsentrasi 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA. Persentase tumbuh kalus tertinggi sebesar 33,3% pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA, 0,3 mg L-1 NAA, 0,5 mg L-1 NAA, 1 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA, 1 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1 NAA, 1,5 mg L-1 BAP+0,1 mg L-1 NAA, dan 1,5 mg L-1 BAP+0,5 mg L-1 NAA. Waktu tumbuh akar tercepat yaitu 35 HST pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA. Jumlah akar terbanyak sebesar 2,33 akar pada konsentrasi 0,1 mg L-1 NAA.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104873</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 15:55:57</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 10:27:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>