<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104845">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS KEBIJAKAN QANUN JINAYAT SEBAGAI SOLUSI MENGATASI MAISIR DI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ILHAM A. HASAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Pasal 18 sampai dengan Pasal 22 yang menjelaskan tentang larangan serta hukuman bagi pelaku dan penyedia maisir, berdasarkan data yang didapat dari media dan hasil observasi tentang permasalahan maisir khususnya game judi online, ditemukan bahwa pada tahun 2021 seorang remaja ditangkap karena menjadi penjual chip domino yang melanggar qanun jinayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan efektivitas dan upaya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam mengatasi maisir. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas dan teori kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi yang selanjutnya data akan di olah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan qanun jinayat dalam mengatasi maisir di Kabupaten Aceh Besar belum efektif, karna berdasarkan hasil observasi di warung kopi pada 4 kecamatan di Kabupaten Aceh Besar masih dapat ditemui masyarakat yang bermain game judi online. Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mengatasi maisir adalah dengan mengupayakan adanya satu orang WH di setiap gampong dan berupaya untuk menetapkan status BKO terhadap beberapa anggota WH dibawah Dinas Syariat Islam, kemudian melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pelaku maisir tersebut. Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan dapat melakukan pengawasan secara berkala di warung-warung kopi yang banyak terdapat pemain game judi online dan memberikan sosialisasi, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar diharapkan melakukan pengadaan sarana dan prasarana, menambah anggota yang melakukan pengawasan di lapangan dan mengadakan rekrutmen pegawai yang menguasai dibidang IT atau melakukan pelatihan kepada pegawai yang ada saat ini.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104845</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 15:16:51</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 09:02:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>