<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104832">
 <titleInfo>
  <title>PENYELESAIAN TINDAK PIDANA SECARA ADATRNMELALUI DALIHAN NATOLU RN(PENELITIAN TERHADAP MASYARAKAT BATAK TOBA DI BANDARNACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KEZIA JESSICA MARGARETHA SIHOMBING</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang LKMD telah menempatkan Dalihan Natolu sebagai suatu lembaga yang dapat menyelesaikan sengketa yang terjadi di masyarakat Batak Toba, hal ini dapat dilihat dengan keluarnya PERDA No. 10 Tahun 1990 di Humbang Hasundutan tentang lembaga adat Dalihan Natolu yang diberlakukan di seluruh kabupaten di Tapanuli, yang mempunyai fungsi menyelesaikan masalah secara adat yang akhirnya seiring masyarakat adat Batak Toba pergi merantau menjadi pedoman dalam penyelesaian masalah sesama suku Batak Toba, dan masyarakat suku Batak Toba di Banda Aceh ikut menyelesaikan masalah antar sesama Batak Toba secara adat. Tujuan dari penulisan ini, menjelaskan mekanisme penyelesaian Dalihan Natolu pada masyarakat Batak Toba di Banda Aceh, untuk menjelaskan menanggulangi hambatan dalam Penyelesaian Dalihan Natolu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum yuridis empiris. Data diperoleh dari penelitian kepustakaan dan menganalisis secara langsung melalui Punguan Marga Batak Toba yang ada di kota Banda Aceh melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Dalihan Natolu sangat berperan menyelesaikan masalah tindak pidana yang terjadi dengan sanksi yang diberikan sebagai hukuman adalah seperti dikeluarkan dari komunitas adat, membayar denda terhadap korban, meminta maaf kepada korban. Hambatannya sendiri dalam penyelesaian tindak pidana secara Dalihan Natolu ini terkhusus pada warga Batak di Kota Banda Aceh disebabkan oleh sebagian besar warga suku sudah tumbuh besar di Banda Aceh sehingga dalam penyelesaian Dalihan Natolu sendiri terkadang harus meminta saran kepada tetua adat di kampung. Disarankan kepada masyarakat adat Batak Toba di Banda Aceh agar penyelesaian secara Dalihan Natolu lebih sering digunakan agar tidak tergerus oleh modernisasi dan diharapkan agar generasi muda Batak Toba yang tinggal dan besar di perantauan mengetahui Dalihan Natolu dan juga diharapkan agar dapat bekerja sama dengan lembaga penegak hukum serta dapat memilih kasus mana yang dapat diselesaikan dengan adat.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104832</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 14:37:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 15:01:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>