<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104819">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SUHU PERMUKAAN LAUT TERHADAP AWAL MASUK MUSIM HUJAN DI WILAYAH BARAT-SELATAN ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Anggun Arwulandani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakulta Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Variabilitas curah hujan dipengaruhi oleh beberapa fenomena global dan regional tahunan termasuk pengaruh monsun, El Nino Southern Oscillation (ENSO), Indian Ocean Diple (IOD), La Nina dan iklim lokal. Suhu permukaan laut merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi pola cuaca di Indonesia. Hal ini dikarenakan suhu permukaan laut berperan penting dalam proses penguapan sehingga mempengaruhi pembentukan awan dan selanjutnya mempengaruhi curah hujan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh suhu permukaan laut terhadap awal musim hujan di wilayah Aceh Barat Daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi antara anomali suhu permukaan laut (SPL) dengan curah hujan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah Barat-Selatan Aceh sangat bervariasi dan memiliki pola ekuatorial. Pola ekuatorial dicirikan oleh tipe curah hujan dengan bentuk bimodial atau terjadi dua puncak hujan selama setahun yaitu sekitar bulan Maret dan bulan Oktober. Anomali positif di wilayah Barat-Selatan Aceh menunjukkan bahwa curah hujan pada waktu tersebut lebih tinggi dibandingkan normalnya. Sedangkan anomali negatif menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah tersebut lebih rendah dibandingkan kondisi normalnya. Awal musim hujan rata-rata yang terjadi di wilayah Aceh Barat Daya dimulai pada tanggal 25 yang terjadi pada bulan September dan berakhir sampai dengan bulan Februari. Awal masuk musim hujan rata-rata yang terjadi pada wilayah Barat-Selatan Aceh yaitu dimulai pada dasarian ke 25 yang terjadi pada bulan September dan berakhir sampai bulan Februari. Awal masuk musim hujan tertinggi terjadi pada daerah Aceh Barat Daya yaitu 0,2059, dan awal masuk musim hujan terendah atau mengalami kemunduran yaitu terjadi pada daerah Aceh Barat yaitu sebesar 0,0122.&#13;
&#13;
Kata kunci: Suhu Permukaan Laut, curah hujan, wilayah Barat-Selatan Aceh, korelasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104819</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 13:56:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-21 08:29:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>