<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104812">
 <titleInfo>
  <title>PERAN SENI DIDONG DALAM MEREALISASIKAN KEBEBASAN BERPENDAPAT BAGI MASYARAKATRNACEH TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL FATHIYA RAHMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Didong merupakan salah satu wadah aspirasi rakyat bagi masyarakat Aceh Tengah. Namun begitu, didong tetap berusaha mempertahankan jati diri nya sebagai sebuah kesenian dengan cara tetap mengutamakan unsur keindahan syair yang memuat berbagai pendapat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran seni didong dalam merealisasikan kebebasan berpendapat melalui syair-syairnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif untuk mengkaji dalam bentuk  antropologi budaya. Data penelitian ini bersumber dari hasil wawancara dengan narasumber yang telah berpengalaman dalam kesenian didong. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Seni didong merupakan suatu bentuk kesenian tutur yang terdapat di daerah  dengan mayoritas suku Gayo, salah satunya Aceh Tengah.  Didong  mendekati  pengertian  kata  denang  atau  dendang.  Arti  dendang adalah nyanyian sambil menggerakkan tubuh bersama dengan bunyi-bunyian lainnya yang  berfungsi  untuk  menghibur.  Selain  fungsi  sebagai  hiburan,  didong  juga memiliki  fungsi  dalam  pemeliharaan  norma  adat,  penyalur perbedaan  sosial  dan sebagai sarana kritik. Hal ini dapat dilihat dari bentuk pertunjukan maupun syair didong tersebut. Fungsi didong tidak terlepas dari makna-makna yang terkandung pada syairnya. Adapun makna tersebut dapat dilihat dari aspek berikut makna dalam bidang pendidikan, makna dalam bidang dakwah, makna dalam bidang aspirasi dan makna dalam bidang komunikasi. Berdasarkan fungsi dan makna nya maka peran seni didong dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu komunikator yang merupakan suatu peran didong sebagai pihak yang memulai komunikasi, fasilitator yaitu pelaksana pemberdayaan masyarakat dan mediator, yaitu pihak yang membantu penyelesaian sengketa. Simpulan penelitian ini adalah seni didong merupakan perpaduan seni musik, tari dan sastra yang mampu menjadi sarana dalam merealisasikan kebebasan berpendapat dikarenakan unsur sastra yang terdapat pada syairnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104812</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 13:33:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 15:47:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>