<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104783">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH CAMPURAN ABU VULKANIK TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING PADA TANAH JALAN ELAK KOTA LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Titi Zahara</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tanah memiliki peran yang sangat penting dalam konstruksi bangunan sipil. Tanah harus mampu menahan beban yang ada di atasnya agar tidak terjadi kerusakan. Permasalahan ini terjadi pada Jalan Elak, Buketrata, Kota Lhokseumawe. Pada beberapa tempat sepanjang Jalan Elak mengalami kerusakan seperti permukaan jalan yang bergelombang dan amblas. Timbunan yang digunakan sebagai tanah dasar jalan (subgrade) berasal dari tanah borrow area di sisi Jalan Elak, Buketrata, Kota Lhokseumawe. Tanah pada borrow area tersebut telah dilakukan pra penelitian dan didapat nilai IP (indeks plastisitas) sebesar 32,19% yang menyebabkan tanah ini tergolong pada tanah lempung dengan sifat plastisitas tinggi yang mudah menyerap air dan menyebabkan kembang susut yang tinggi. Tanah semacam ini perlu untuk distabilisasi yang dalam penelitian ini menggunakan abu vulkanik. Abu vulkanik pada umumnya mengandung silika (SiO2) yang merupakan bahan utama dalam pembuatan semen dan berfungsi sebagai pengisi (filler) sehingga bisa mengisi pori-pori tanah. Pada penelitian ini persentase abu vulkanik yang digunakan adalah 7,5%, 10%, 12,5% dan 15%. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini terdiri dari kadar air tanah asli, analisis pembagian butiran, batas-batas Atterberg, berat jenis, pemadatan (standard proctor), CBR rendaman dan swelling. Tanah Jalan Elak menurut klasifikasi AASHTO termasuk ke dalam kelompok A-7-5 (34) dan menurut klasifikasi USCS termasuk ke dalam kelompok CH. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran abu vulkanik berpengaruh terhadap perbaikan sifat-sifat fisis tanah. Penambahan abu vulkanik sampai batas 12,5% dapat meningkatkan berat jenis, menurunkan sifat plastisitas tanah, meningkatkan kepadatan dan menurunkan OMC, meningkatkan nilai CBR dan menurunkan pengembangan (swelling). Nilai CBR tanah asli sebesar 4,6% mengalami peningkatan tertinggi pada persetase 12,5% yaitu sebesar 5,9%. Nilai swelling  tanah asli sebesar 1,74% mengalami penurunan terendah pada persentase 12,5% yaitu sebesar 0,57%. &#13;
Kata Kunci: Stabilisasi, tanah lempung, abu vulkanik, CBR rendaman, swelling</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104783</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 12:08:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 11:39:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>