<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104724">
 <titleInfo>
  <title>PERBEDAAN  TEKANAN  DARAH  SEBELUM  DAN  SETELAH  TERPAPAR KEBISINGAN  PADARNPEKERJA  PABRIK  DENGAN TINGKATRNKEBISINGAN  TINGGI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Miftahul Jannah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebisingan   tidak saja mengganggu   organ  pendengaran,   tetapi juga mengganggu   organ-organ   tubuh  yang  lain, seperti  penyempitan   pembuluh  darah dan gangguan  pada organ jantung.  Tujuan  penelitian ini adalah  untuk  mengetahui dan   mengkaji    perbedaan tekanan     darah   tenaga   kerja   sistolik.  dan   diastolik sebelum   dan  setelah   terpapar   kebisingan.   Jenis   penelitian   ini  adalah   analitik dengan  pendekatan   cross  sectional.   Sampel  berjumlah  32 orang  yang  terdiri  dari para peketja  yang  bekerja  pada  area  dengan  intensitas  kebisingan  di atas  85 dB dan tidak  menggunakan   alat  pelindung  telinga,  Pengukuran  intensitas  kebisingan dilakukan   sebanyak.  5 kali   dalam  1 hari.  Pengukuran   tekanan  darah  sistolik  dan diastolik. dilakukan  sebelum  dan setelah  bekerja.  Analisis  data  dilakukan  dengan uji   t   berpasangan.     Hasil   uji   t   berpasangan  menunjukkan     bahwa    terdapat perbedaan   yang  signifikan   pada  rata-rata   tekanan   darah sistolik   dan diastolik  sebelum  dan  setelah terpapar   kebisingan:   di  Apow  Bakso  (p = 0,007  dan  p = 0,013),  di Kilang Padi Meutuah  Bam (p = 0,000  dan p = 0,(05),  di PLm Lueng Bata (p = 0,000  dan p =  0,045).  Kesimpulan  yaitu  rata-rata  tekanan  darah sistolik&#13;
dan diastolik  setelah  terpapar  kebisingan   lebih  tinggi  daripada   sebelum  terpapar kebisingan,   terdapat   perbedaan yang  bermakna   pada tekanan  darah  sistolik  dan diastolik sebelum  dan setelah  terpapar  kebisingan.&#13;
&#13;
Kata  Kunci:  ambang  pendengaran,   diastolik,  kebisingan,  sistolik,  tekanan  darah&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104724</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 08:34:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 08:34:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>