Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA HASIL PEAK EXPIRATORY FLOW RATE (PEFR) PADA PASIEN GANGGUAN PERNAPASAN DI PUSKESMAS MEURAXA BANDA ACEH
Pengarang
Siti Nafisah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0707101010029
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2011
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Spirometri merupakan salah satu pemeriksaan tes fungsi paru yang umum digunakan dan berguna untuk mengetahui volume paru, kapasitas paru dan kecepatan aliran udara. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Meuraxa Banda Aceh menggunakan salah satu parameter spirometri yaitu PEFR diukur dengan Peak flow meter. Ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 96 pasien gangguan pernapasan berumur 13-60 tahun. Diagnosis pasien gangguan pernapasan didapatkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter puskesmas. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil PEFR yang diteliti adalah : umur, jenis kelamin, keluhan gangguan pernapasan, riwayat kebiasaan merokok dan riwayat penyakit paru. Data dianalisis secara deskriptif dan uji bivariat (chi kuadrat). Sampel kelompok umur 31-40 tahun menunjukkan basil PEFR tertinggi 50-80% sebanyak 65,5%. Berdasarkan jenis kelamin; laki-laki dengan hasil PEFR terbanyak 50-80% sebanyak 80,5% dan perempuan 66% untuk hasil PEFR terbanyak 80-100%. Sampel dengan gangguan pemapasan; batuk 100%, berdahak 65,6%, mengi 18,7% dan nyeri dada 42,7% semuanya mempunyai hasil PEFR terbanyak 50-80%. Sampel dengan riwayat kebiasaan merokok; subjek yang merokok memiliki hasil PEFR tertinggi 50-80% sebanyak 90,3% dan yang tidak merokok terbanyak hasil PEFR 80-100% sebanyak 67,3%. Sampel dengan riwayat penyakit paru mempunyai hasil PEFR terbanyak 50-80% sebanyak 94,7% dan yang tidak mempunyai riwayat penyakit paru terbanyak 51,9% dengan nilai PEFR 80-100%. Sedangkan analisa bivariat menggunakan uji Chi Kuadrat diperoleh hasil babwa semua variabel independen X2 hitung > x2 tabel sehingga umur, jenis kelamin,riwayat merokok:, gangguan pernapasan dan riwayat penyakit paru mempengaruhi hasil pemeriksaan PEFR.
Kata kunci : Spirometri, Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), gangguan pernapasan.
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN PEAK EXPIRATORY FLOW RATE PADA MAHASISWA YANG MEROKOK DI FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS SYIAH KUALA (mudasyir, 2014)
GAMBARAN PEFR (PEAK EXPIRATORY FLOW RATE) PADA PENDUDUK DESA MANEE DAYAH KECAMATAN DARUL KAMAL KABUPATEN ACEH BESAR (Yati Muharani, 2023)
HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DALAM RUMAH DAN RIWAYAT ATOPI DENGAN NILAI ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA SISWA DI MIN ULEE KARENG BANDA ACEH (ZARRA MASYITHAH, 2017)
HUBUNGAN LAMA KELUHAN BATUK DENGAN HASIL PEMERIKSAAN FUNGSI PARU DI PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH (Anindita Dena Varissa, 2016)
KARAKTERISTIK KLINIS, DERAJAT MEROKOK, DAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI PASIEN KANKER PARU DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN (RAHMA SHABRINA, 2026)