<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104708">
 <titleInfo>
  <title>PEMODELAN SPASIAL KESESUAIAN HABITAT GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS-SUMATRANUS) DI LANSKAP MILA – TANGSE, KABUPATEN PIDIE, PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tutia Rahmi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian tentang pemodelan spasial kesesuaian habitat gajah sumatera (Elephas maximus-sumatranus) di lanskap Mila – Tangse ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan dan karakteristik kelompok gajah (jumlah individu, struktur umur dan seks rasio), memberikan gambaran distribusi spasial gajah berdasarkan variabel yang mempengaruhinya dan membuat model kesesuaian habitat gajah di lanskap Mila-Tangse. Metode yang digunakan adalah observasi langsung untuk memperoleh data karakteristik kelompok gajah. Data perekaman GPS Collar gajah dari tahun 2017 sampai tahun 2021 diperoleh dari BKSDA Aceh. Data tersebut digunakan untuk mengetahui pola pergerakan yang dihubungkan dengan 9 variabel lingkungan sehingga menghasilkan model kesesuaian habitat gajah. Pemodelan kesesuaian habitat gajah dianalisis menggunakan Maxent (Maximum Entropy). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga November 2021. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah gajah yang ada di dalam kelompok gajah Mila sebanyak 16 ekor dengan rincian yaitu anakan sebanyak 4 ekor, remaja sebanyak 5 ekor, dan dewasa sebanyak 7 ekor, satu diantaranya jantan (15 ekor betina dan 1 ekor jantan). Sebanyak 4 dari 9 variabel lingkungan berkontribusi tinggi pada kesesuaian habitat gajah Mila berdasarkan pemodelan Maxent berturut-turut yaitu jarak ke pinggir hutan (22,6%), penutupan lahan (21,4%), ketinggian lahan (18,0%), dan jarak dari dalam hutan (14,6%). Peta kesesuaian habitat gajah dibagi menjadi tiga kelas. Kelas kesesuaian habitat tinggi berkisar antara 0,52 – 0,78 dengan luasan 11.014,77 ha atau sekitar 25,62% dari luas wilayah penelitian. Kelas kesesuaian habitat sedang berkisar antara 0,26 – 0,52 dengan luasan 22.928,87 ha atau sekitar 53,32% dari luas wilayah penelitian. Kelas kesesuaian habitat rendah berkisar antara 0,00 – 0,26 dengan luasan 9.056,53 ha atau sekitar 21,06% dari luas wilayah penelitian. &#13;
&#13;
Kata kunci:	gajah sumatera, Elephas maximus-sumatranus, pemodelan kesesuaian habitat, maximum entropy, spasial, lanskap Mila-Tangse.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104708</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-18 11:04:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 10:23:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>