<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104661">
 <titleInfo>
  <title>PENGUATAN POSITIF TEMAN SEBAYA PADA STRESS ANAK BROKEN HOME</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>YUNIKA MAULIDIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stress yang dialami oleh anak korban broken home dapat mengganggu keberlangsungan hidup dan aktivitas anak. Untuk membantu dan mengurangi stress yang dialami oleh anak korban broken home dapat dilakukan dengan memberikan penguatan positif dari lingkungannya, terutama dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh mengenai penguatan positif yang diterima oleh anak broken home dari teman sebaya di Pesantren Al-Manar Aceh Besar. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan cara wawancara mendalam dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah anak broken home yang berjumlah 7 subjek dan teman sebayanya berjumlah 7 subjek. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu reduksi data, penyajian (display) data dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan secara langsung maupun tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak broken home menerima penguatan positif dari teman sebayanya, baik penguatan verbal, gestural, instrumental atau bantuan langsung, penilaian atau penghargaan dan penguatan informasi. Setelah mendapatkan penguatan positif dari teman sebaya membuat anak broken home merasa stress yang dialami berkurang karena merasa disayangi, diperhatikan dan dipedulikan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATIONAL COUNSELING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STRESS - CHILD PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.418</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104661</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 19:28:16</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 10:38:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>