<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104615">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH SARCOTESTA DAN KONDISI SIMPAN TERHADAP VIABILITAS BENIH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>KHAIRA ULVIA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pepaya merupakan jenis tanaman buah-buahan yang banyak terdapat di daerah tropis. Buah pepaya banyak digemari oleh orang-orang yang ada di berbagai belahan dunia, selain karena rasanya yang manis, pepaya juga memiliki nilai gizi dan serat yang tinggi. Pengembangan pepaya memerlukan ketersediaan benih secara berkelanjutan, karena regenerasi tanaman selalu diperlukan untuk mendapatkan produksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sarcotesta dan kondisi simpan, serta interaksi keduanya terhadap viabilitas benih pepaya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian ini dilaksanakan dari 11 Maret- 29 April 2022. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan pola 2 x 3. Faktor pertama yaitu sarcotesta terdiri atas 2 taraf, yaitu V1 (Bersarcotesta) dan V2 (Tanpa sarcotesta). Faktor kedua yaitu kondisi simpan terdiri atas 3 taraf, yaitu L1 (Suhu ruang 28 °C), L2 (Suhu dingin 10 °C), dan L3 (Suhu Freezer 0 °C). Parameter yang diamati yaitu potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, kecepatan tumbuh relatif, spontanitas tumbuh, dan waktu yang dibutuhkan 50% total relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal sarcotesta berpengaruh sangat nyata terhadap parameter potensi tumbuh maksimum dan daya berkecambah pada penyimpanan 1 dan 3 minggu, spontanitas tumbuh penyimpanan 1 dan 2 minggu, indeks vigor, kecepatan tumbuh relatif dan T50, pada ketiga umur penyimpanan. Perlakuan terbaik yaitu pada benih tanpa sarcotesta yang memiliki nilai rata-rata pertumbuhan tertinggi dibandingkan benih bersarcotesta. Faktor kondisi simpan berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter, kondisi simpan dengan suhu dingin 10 °C merupakan perlakuan terbaik dan mampu mempertahankan viabilitas benih pepaya. Terdapat interaksi sangat nyata antara pengaruh sarcotesta dan kondisi simpan terhadap viabilitas benih pepaya. Benih tanpa sarcotesta dengan kondisi simpan pada suhu 10 °C memiliki nilai daya berkecambah tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. &#13;
&#13;
Kata kunci: Berkecambah, Penyimpanan, Pertumbuhan, Suhu, Vigor&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104615</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 16:13:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-20 07:52:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>