GAMBARAN DEVIASI SEPTUM DAN HIPERTROFIRNKONKA INFERIOR PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS BERDASARKAN FOTO SINUS PARANASAL DI POLIKLINIK THT-KL RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN DEVIASI SEPTUM DAN HIPERTROFIRNKONKA INFERIOR PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS BERDASARKAN FOTO SINUS PARANASAL DI POLIKLINIK THT-KL RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Sova Fitria - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rinosinusitis adalah proses peradangan rnukosa hidung dan sinus sampai ke periosteumnya. Deviasi septum merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya rinosinusitis. Pada pasien dengan sumbatan hidung dan deviasi septum pada satu sisi, biasanya akan ditemukan konka nasalis inferior yang mengalami hipertrofi sebagai kompensasi pada sisi hidung yang berlawanan dengan septum yang mengalami deviasi. Pemeriksaan foto polos kepala adalah pemeriksaan yang baik dan paling utama untuk mengevaluasi sinus paranasal. Pemeriksaan ini dari segi biaya cukup ekonomis dan pasien hanya mendapat radiasi yang minimal, pemeriksaan yang paling sering digunakan yaitu melalui foto kepala AP (Cadwell), lateral serta posisi Waters. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran deviasi septum dan hipertrofi konka inferior berdasarkan foto sinus paranasal pada penderita rinosinusitis kronis yang berobat jalan ke poliklinik Telinga Hidung Tenggorok-Kepala dan Leher (THT-KL) RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling yang dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2010 dan didapatkan sebanyak 30 penderita rinosinusitis kronis. Berdasarkan foto sinus paranasal penderita rinosinustis kronis menujukkan sebanyak 19 orang (63,33%) memiliki gambaran deviasi septum dan 13 orang (43,33%) memiliki gambaran hipertrofi konka inferior serta 8 orang (26,67%) memiliki gambaran deviasi septum dan hipertrofi konka inferior.

Kata kunei: rinosinusitis kronis, deviasi septum, hipertrofi konka inferior, foto sinus paranasal.




Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK