<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104548">
 <titleInfo>
  <title>FORMULASI SABUN PADAT DAN  UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TAR PINUSRN(PINUS MERKUSII JUNGH. &amp; DE VRIESE) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN EKSIM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Diaz Qurrata Ayuna</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
 &#13;
&#13;
&#13;
Kayu pinus yang menghasilkan tar pinus (Pinus merkusii Jungh. &amp; de vriese) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian formulasi sediaan sabun padat dan uji aktivitas antibakteri tar pinus (Pinus merkusii Jungh. &amp; de vriese) sebagai alternatif pengobatan eksim dilakukan dengan tujuan mengetahui konsentrasi tar pinus yang dapat memberikan efek antibakteri, tar pinus dapat diformulasikan dalam bentuk sabun padat dan memenuhi parameter uji sediaan dan uji aktivitas sabun padat terhadap S. aureus. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Hasil tar pinus yang diperoleh adalah 104,79 gram. Hasil uji fitokimia tar pinus mengandung flavonoid, tanin dan triterpenoid. Hasil uji sensitivitas antibiotik klindamisin terhadap bakteri S. aureus konsentrasi 0,5% 25,6 mm termasuk kategori sensitif, konsentrasi 5% 37,9 mm termasuk kategori sensitif, dan konsentrasi 10% menghasilkan zona hambat 44,0 mm termasuk kategori sensitif. Hasil uji aktivitas antibakteri tar pinus terhadap bakteri S. aureus konsentrasi 15% 13,1 mm termasuk kategori sedang, konsentrasi 18% 14,2 mm termasuk kategori sedang, konsentrasi 21 % 16,4 mm termasuk kategori sedang. Sedangkan pada konsentrasi 24% menghasilkan zona hambat 23,0 mm yang termasuk kategori kuat. Hasil evaluasi sediaan sabun padat tar pinus pada uji organoleptik sesuai. Hasil uji pH memenuhi syarat mutu sabun mandi namun kesesuaian dengan pH kulit anak belum memenuhi persyaratan, kadar air dan tinggi busa memenuhi syarat parameter sediaan yang baik. Hasil uji iritasi tidak menimbulkan reaksi iritasi. Hasil uji aktivitas antibakteri sabun padat tar pinus pada F1 terhadap bakteri S. aureus termasuk kategori kuat yaitu 25 mm. Berdasarkan penelitian tersebut dalam disimpulkan sediaan memenuhi syarat parameter sediaan yang baik kecuali pada kesesuain pH dengan pH kulit anak, serta F1 dengan konsentrasi 24% memiliki aktivitas antibakteri  terhadap bakteri S. aureus.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Antibakteri, sabun padat, s. aureus&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104548</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 11:58:27</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-19 15:47:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>