<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104526">
 <titleInfo>
  <title>EFEK  HIPOGLIKEMIK EKSTRAK BAWANG PUTIH   (ALLIUM SATIVUM) TERHADAP PERUBAHAN  HISTOLOGIS PANKREAS MENCIT YANG DDNDUKSI  ALOKSAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eli yusnita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</publisher>
   <dateIssued>2007</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah  dilakukan  penelitian  tentang  pengaruh pemberian  ekstrak  bawang  putih (Allium sativum) terhadap perubahan histologis pankreas mencit yang  diinduksi aloksan.  Penelitian  berlangsung  di  Laboratorium Mikroteknik  FMIPA Unsyiah dari bulan Februari  sampai Juli 2006.  Kondisi diabetik dibuat dengan memberikan&#13;
aloksan 100 mg/kg bb dan sebagai  pengobatan sel  P  pankreas yang mengalami&#13;
nekrosa diberikan  ekstrak  bawang  putih  dengan berbagai  dosis.   Penelitian  ini&#13;
menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri atas 5  perlakuan dan masing- masing  perlakuan  diulang  5  kali. Perlakuan  terdiri  atas pemberian  0  mg/kg bb ekstrak bawang putih, sebagai  kontrol  negatif (A),  pemberian 0 mg/kg bb ekstrak&#13;
bawang putih, sebagai  kontrol  positif (8), pemberian 25 mg/kg bb ekstrak  bawang putih (C), pemberian 50 mg/kg bb ekstrak bawang putih  (D) dan pemberian  100 mg/kg bb ekstrak bawang putih (E).  Volume ekstrak bawang putih yang diberikan sebanyak   0, I     m l/10   g   bb  dan   volume  aloksan   yang  diberikan   sebanyak&#13;
0,05  ml/10  g bb.  Pembuatan sediaan  histologis  menggunakan  metode  parafin. Sediaan diwarnai dengan pewarnaan Gomori's Chromium Hematoxylin Phloxine. Parameter  yang  diamati   adalah   nekrosa  sel   B     pankreas  mencit.  Data  yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian  dan dilanjutkan  dengan uji  jarak   berganda  Duncan.   Hasil   penelitian  memperlihatkan  pengaruh  yang sangat nyata terhadap nekrosa sel  B pankreas mencit.  Semakin tinggi  dosis ekstrak&#13;
bawang  putih   yang  diberikan,   maka  semakin  menurun jumlah   sel   B   yang mengalami  nekrosa pada mencit yang diinduksi aloksan.&#13;
&#13;
kata kunci: diabetik, pankreas,  sel B, nekrosa dan bawang putih.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104526</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 11:14:53</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 11:14:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>