<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104412">
 <titleInfo>
  <title>DNA BARCODING  MENGGUNAKAN PENANDA KLOROPLAS PADA SUKU DIPTEROCARPACEAE DI DESA KETAMBE, ACEH TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nita Tauhida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA Magister Biologi</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Suku Dipterocarpaceae yang mendominasi hutan dataran rendah memiliki nilai ekonomi tinggi. Saat ini sebagian besar jenisnya dimanfaatkan sebagai kayu untuk berbagai keperluan, terutama di wilayah Asia Tenggara. Informasi genetik pada tumbuhan suku Dipterocarpaceae terus berkembang dengan pesat. Informasi ini dapat digunakan untuk analisis kekerabatan, evolusi ataupun untuk identifikasi jenis dengan bantuan DNA barcoding. Data dan informasi dapat dimanfaatkan untuk keperluan praktis seperti kegiatan konservasi sumber daya genetik pada tumbuhan yang terancam punah. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penanda genetik dari kloroplas yang dapat digunakan untuk membantu analisis taksonomi molekuler dari Suku Dipterocarpaceae. Penelitian dimulai dengan tahapan ekstraksi pada sampel yang telah dikoleksi dari Desa Ketambe, Aceh Tenggara menggunakan metode CTAB. Hasil ekstraksi selanjutnya disekuensing menggunakan MinION Oxford Nanopore Technologies (ONT), hasil sekuensing berupa file FAST5 dikonversi menjadi FASTQ dan dilanjutkan dengan tahapan quality control, assembly, dan polishing dan tahapan anotasi untuk mendapatkan sekuen penanda kloroplas. Hasil identifikasi morfologi dari ketiga sampel yang dikoleksi adalah Parashorea lucida (Dipt.1), Shorea hopeifolia (Dipt.2), dan Shorea parvifolia (Dipt.3). Hasil konstruksi pohon filogeni pada sampel Dipt.1 (Parashorea lucida) berdasarkan penanda matK berkerabat dekat dengan jenis Parashorea tomentella, P. macrophylla, dan P. malaanonan dengan nilai bootstrap sebesar 93%, berdasarkan penanda trnH-psbA membentuk kelompok yang terpisah dengan genus Shorea, sedangkan dengan menggunakan penanda rps16-trnK(UUU) Dipt.1 membentuk kelompok monofiletik dengan P. macrophylla.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104412</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-15 14:28:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 22:18:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>