Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
GAMBARAN ANALISA DIRI PERAWAT PELAKSANA DALAM MELAKUKAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUANGRNRAWAT INAP BADAN PELAYANAN KESEHATAN JIWARNPROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAMRNTAHUN 2007
Pengarang
Erniati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0507101060020
Fakultas & Prodi
Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Analisa diri perawat merupakan proses stimulasi yang dilakukan untuk melihat dan menentukan keberhasilan setiap tindakan keperawatan yang dilakukan oleh perawat. Fokus analisa diri perawat terdiri dari kesadaran diri, klarifikasi nilai, ekplorasi perasaan, kemampuan menjadi model dan rasa tanggung jawab. Perumusan masalah dalarn penelitian ini adalah bagaimanakah gambaran tentang analisa diri perawat pelaksana dalam melakukan komunikasi terapeutik di ruang rawat inap Badan Pelayanan Kesehatan Jiwa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pengumpulan data dilakukan mulai tanggal 5 November 2007 sampai dengan 12 November 2007, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel 57 orang, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket penelitian dengan item pernyataan sebanyak 32 buah pernyataan dan data diolah secara manual dengan teknik kategori jenjang ordinal yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kesadaran diri perawat berada pada kategori baik
3,51 %, kategori sedang 75,44 % dan kategori kurang 21,05 %. Bila dilihat dari faktor
klarifikasi nilai, didapatkan hasil berada pada kategori baik sebesar 24,56 %, kategori sedang 64,91 % dan kategori kurang 10,53 %. Sedangkan pada variabel eksplorasi
perasaan diperoleh hasil berada pada kategori baik sebesar 8,77 %, kategori sedang
75,44 % dan berada pada kategori kurang sebesar 15,79 %. Pada variabel kemampuan
menjadi model, diperoleh hasil berada pada kategori baik sebesar 33,33 %, berada pada kategori sedang 56,14 % dan berada pada kategori kurang sebesar 10,53 %. Setelah semua hasil variabel di atas dijumlahkan, didapatkan hasil berupa analisa diri perawat berada pada kategori baik sebesar 45,61 %, berada pada kategori sedang 10,53 % dan berada pada kategori kurang sebesar 43,86 %. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa analisa diri perawat pelaksana di Badan Pelayanan Kesehatan Jiwa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berjumlah optimal. Dalam penelitian ini penulis menyarankan kepada perawat pelaksana agar terus meningkatkan kualitas analisa diri, sehingga asuhan keperawatan yang diberikan akan lebih bermutu dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci: Analisa diri, kesadaran diri, klarifikasi nilai, eksplorasi perasaan, dan
kemampuan menjadi model.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN TAHUN 2013 (Fitria hayuza, 2022)
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG FASE KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KETERAMPILAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN KOMUNLKASI TERAPEUTIK DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH 2013 (Cut Irma Sukria, 2022)
TINGKAT KEHADIRAN PSIKOLOGIS PERAWAT DALAM MELAKUKAN HUBUNGAN TERAPEUTIK DENGAN PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUANG RAWAT INAP BADANRNPELA YANAN KESEHATAN JIWA PROVINSIRNNANGGROE ACEH DARUSSALAM (Husaini, 2022)
GAMBARAN PENGGUNAAN DIRI SECARA TERAPEUTIK PERAWAT PELAKSANA DALAM MELAKUKAN KOMUNIKASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT JIWA PEMERINTAH ACEH TAHUN 2011 (Asniar, 2022)
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG FASE KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN KETERAMPILAN DALAM PELAKSANAAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA BANDA ACEH 2013 (CUT IRMA SUKRIA, 2014)