<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104322">
 <titleInfo>
  <title>PROFIL STRES IBU DALAM MENDAMPINGI ANAK BELAJAR (STUDI KUALITATIF PADA IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nabila Arshadina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP Bimbingan dan Konseling</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Stres Ibu dalam mendampingi anak belajar merupakan suatu kondisi tekanan/ketegangan yang dialami oleh ibu dalam menjalankan tanggung jawab sebagai ibu bekerja dan ibu tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil stres ibu bekerja dan tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar di SDN 22 Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun subjek penelitian berjumlah 12 orang terdiri dari 6 ibu bekerja dan 6 ibu tidak bekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dianalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan stres fisik yang dialami ibu bekerja memiliki keluhan yang lebih banyak daripada ibu tidak bekerja dalam mendampingi anak belajar, yaitu mengalami pusing atau sakit kepala, kelelahan dalam mendampingi anak belajar, serta terganggunya jam tidur ibu. Stres kognitif ibu tidak bekerja memiliki keluhan yang lebih banyak daripada ibu bekerja dalam mendampingi anak, seperti terganggunya konsentrasi ibu, sulit menyeimbangkan konsentrasi, sulit mengatur waktu, dan kurang memahami materi pembelajaran anak. Stres emosional yang dialami ibu bekerja dan ibu tidak bekerja menunjukkan hasil yang sama, yaitu merasa tertekan saat mendampingi anak, marah ketika anak sulit diajarkan, rasa bersalah, dan putus asa. Sementara, stres tingkah laku sosial ibu tidak bekerja menunjukkan keluhan yang lebih banyak daripada ibu bekerja, meliputi adanya tindakan putus asa yang dilakukan, kurangnya dukungan suami atau keluarga, adanya tindakan kekerasan ketika anak sulit diajarkan, serta menghukum anak. Kesimpulan penelitian ini bahwa ibu tidak bekerja mengalami stres yang lebih banyak dari pada ibu bekerja.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104322</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-14 21:36:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-15 08:28:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>