<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104307">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA FINANSIAL USAHA GALANGAN KAPAL DI DESA LAMPULO, KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ROZATUL MIYANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakulta Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat bahwa pada tahun 2019 wilayah Aceh mempunyai kapal perikanan sebanyak 29.713 kapal. Kapal perikanan menjadi sarana yang penting bagi usaha penangkapan ikan. Dengan adanya produksi kapal perikanan, maka akan ada industri galangan kapal yang berjalan. Galangan kapal berfungsi sebagai tempat pembuatan kapal serta tempat untuk mereparasi kapal-kapal yang telah rusak. Galangan kapal merupakan industri pendukung perikanan tangkap yang dapat memenuhi kebutuhan reparasi bagi kapal-kapal perikanan yang melakukan bongkar muat di pelabuhan. Ada tiga tipe galangan kapal di Indonesia yaitu galangan kapal tradisional, galangan kapal semi-modern dan galangan kapal modern. Usaha galangan kapal tidak dapat beroperasi dengan optimal jika permintaan dari konsumen kurang. Salah satu industri usaha galangan kapal yang ada di Aceh berada di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh yaitu galangan kapal yang masih tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha galangan kapal yang berada di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini yaitu menggunakan metode analisis finansial yang terdiri dari keuntungan, Net Present Value (NPV), Net B/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Break Event Point (BEP). Berdasarkan analisa data yang dilakukan didapatkan hasil bahwa keuntungan yang didapat yaitu sebesar Rp. 13.746.986.912 selama kurun waktu 10 tahun, NPV yaitu sebesar Rp. 10.479.852.239,  Net B/C Ratio sebesar 2,3, IRR sebesar 61%, PP sebesar 1,57 atau tingkat pengembalian nilai investasi kurang dari 3 tahun dan BEP atau titik impas usaha yang berada pada titik 0. Hasil-hasil tersebut melibihi dari batas kelayakan usaha sehingga dapat disimpulkan bahwasa usaha galangan kapal di Desa Lampulo, Kota Banda Aceh berada dalam keadaan layak.&#13;
&#13;
Kata Kunci : galangan kapal perikanan, analisis finansial, Lampulo&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104307</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-14 19:37:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-16 09:36:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>