Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PIDIE, ACEH
Pengarang
MARZALAINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ratna Mutia Aprilla - 198804222019032016 - Dosen Pembimbing I
Nanda Rizki Purnama - 199002112021021101 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
1811103010055
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Kelautan dan perikanan., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Komoditas unggulan merupakan suatu jenis komoditas yang paling diminati masyarakat tempat, memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat menghasilkan pendapatan ekonomi dibandingkan dengan jenis lainnya. Identifikasi komoditas unggulan menjadi langkah awal dalam strategi perbaikan perikanan yang akan berdampak tidak hanya pada kemajuan dan kemakmuran daerah, tetapi juga masyarakat nelayan Kabupaten Pidie dan pemanfaatan hasil laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komoditas perikanan tangkap yang menjadi unggulan dan strategi pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Pidie. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022 bertempat di Kabupaten Pidie, Aceh. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa data (time series) meliputi data produksi dan nilai produksi per jenis ikan tahun 2016-2020. Penentuan komoditas unggulan didasarkan pada tiga kriteria yaitu: volume produksi, volume nilai produksi dan tingkat konsumsi ikan yang dilakukan dengan menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan dilakukan analisis lanjutan dengan menggunakan metode Comparative Performance Index (CPI). Strategi pengembangan perikanan tangkap dilakukan dengan analisis Analytic Hierarchy Process (AHP). Bedasarkan hasil perhitungan CPI, Komoditas unggulan perikanan tangkap di Kabupaten Pidie diantaranya adalah ikan marlin, selanjutnya ikan lemadang, ikan tuna, ikan peperek, ikan kakap dan ikan kerapu. Alternatif kebijakan untuk pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Pidie berdasarkan prioritas utama yaitu: peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan (0.489), peningkatan keterampilan nelayan (0.210), meningkatkan jumlah unit penangkapan ikan (0.112), membangun kawasan industri (0.107) dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang berkelanjutan (0.83).
Kata kunci: Komoditas unggulan, strategi pengembangan, Location Quotient (LQ), Analytic Hierarchy Process (AHP), Kabupaten Pidie
Leading commodity is a type of commodity that is most in demand by local people, has a high selling value, and can generate economic income compared to other types. Identification of superior commodities is the first step in a fisheries improvement strategy that will have an impact not only on the progress and prosperity of the region, but also the fishing community of Pidie district and the use of marine products. This research aims to determine the superior capture fisheries commodities and capture fisheries development strategies in Pidie District. The research was conducted in March-April 2022 in Pidie District, Aceh. The data collected in this study is in the form of data (time series) including production data and production value per fish species in 2016-2020. Determination of superior commodities is based on three criteria, namely: production volume, volume of production value and level of fish consumption using the Location Quotient (LQ) method and further analysis using the Comparative Performance Index (CPI) method. The capture fisheries development strategy is carried out by analyzing the Analytic Hierarchy Process (AHP). Based on the results of the CPI calculation, the leading capture fisheries commodities in Pidie District include marlin fish, followed by dolphin fish, tuna fish, pony fish, snapper fish and grouper fish. Policy alternatives for the development of capture fisheries in Pidie District are based on the main priorities, namely: improving port facilities and infrastructure (0.489), increasing fishermen's skills (0.210), increasing the number of fishing units (0.112), building industrial estates (0.107) and maintaining sustainable local wisdom values (0.83). Keyword: Superior commodity, development strategy, Location Quotient (LQ), Analytic Hierarchy Process (AHP), Pidie District
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN ACEH BESAR (Nadia Viroza, 2024)
KOMODITAS UNGGULAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, LAMPULO BANDA ACEH (NURUL AULIA, 2023)
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP KABUPATEN ACEH JAYA (SAIFUL AMRI, 2019)
KAJIAN PENGEMBANGAN KOMODITI PERKEBUNAN UNGGULAN DAERAH DI KABUPATEN PIDIE JAYA (MURSYIDAH, 2021)
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KOTA BANDA ACEH (Nurmanizar, 2023)