Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS ANAFORA DAN KATAFORA DALAM BUKU CERITA RAKYAT ACEH (ACEH, INDONESIA, DAN INGGRIS) OLEH MUHIBBUDIN
Pengarang
ANADIA SHABRINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1806102010041
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP - Pendidikan Bahasa Indonesia., 2022
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin dan bentuk manakah yang dominan digunakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin dan bentuk manakah yang dominan digunakan. Penelitian ini menggunakan metode dan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh dari kalimat-kalimat yang mengandung referensi anafora dan katafora dalam teks berbahasa Aceh pada buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengkajian isi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan referensi anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin berbentuk persona dan demonstratif. Referensi anafora dan katafora berbentuk persona diwujudkan dengan penggunaan kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, dan kata ganti orang ketiga, baik tunggal maupun jamak. Kata ganti orang pertama tunggal yang digunakan untuk mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk persona adalah lôn, ulôn, dan ulôntuwan sedangkan untuk kata ganti orang pertama jamak adalah kamoe. Kata ganti orang kedua tunggal yang digunakan untuk mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk persona adalah dron, droeneuh, dan gata sedangkan untuk kata ganti orang kedua jamak (hanya anafora) adalah awakkah. Kata ganti orang ketiga tunggal yang digunakan untuk mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk persona adalah jih, -jih, dan gobnyan sedangkan untuk kata ganti orang ketiga jamak adalah awaknyan. Referensi anafora dan katafora berbentuk demonstratif seluruhnya diwujudkan dengan demonstratif tempat menggunakan kata nyoe, nyan, di sinan, keunoe, dan keunan. Referensi dominan yang digunakan dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin adalah anafora berbentuk persona yang diwujudkan dengan kata ganti orang ketiga tunggal, gobnyan.
The formulation of the problem in this research is how are the forms of anaphora and cataphora in the Aceh Folklore book (Aceh, Indonesia, and England) by Muhibbudin and which form is dominantly used. This study aims to describe the forms of anaphora and cataphora in the book Aceh Folklore (Aceh, Indonesia, and England) by Muhibbudin and which forms are dominantly used. This research uses qualitative method and approach with descriptive research type. Data were obtained from sentences containing references to anaphora and cataphora in the Acehnese text in the Aceh Folklore (Aceh, Indonesian, and English) book by Muhibbudin. The data collection technique used is an assessment of the contents of the document. The results of this study indicate that the use of anaphora and cataphora references in the Aceh Folklore book (Aceh, Indonesia, and England) by Muhibbudin is in the form of personas and demonstratives. The anaphora and cataphora references in the form of persona are realized by the use of first person pronouns, second person pronouns, and third person pronouns, both singular and plural. The first-person singular pronouns used to make anaphora and cataphoric references in the form of persona are lôn, ulôn, and ulôntuwan while the plural first-person pronouns are kamoe. The second-person singular pronouns used to make anaphora and cataphoric references in the form of persona are dron, droeneuh, and gata, while the second-person plural (only anaphora) is crewkah. The third-person singular pronouns used to make anaphora and cataphoric references in person form are jih, -jih, and gobnyan, while the third-person plural pronouns are crewnyan. The anaphora and cataphora references in the form of demonstratives are entirely realized by using place demonstratives using the words nyoe, nyan, di sinan, keunoe, and keunan. The dominant reference used in the book Aceh Folklore (Aceh, Indonesia, and England) by Muhibbudin is anaphora in the form of persona which is manifested by the singular third person pronoun, gobnyan.
NILAI KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT GAYO (HASTRI MAHTUAHMI, 2020)
ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN (Mutia Fazira, 2017)
ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERITA RAKYAT DALAM BUKU HIKAYATOLOGI ACEH (CHAIRUL FAJAR, 2016)
ANALISIS PESAN MORAL DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN KUTA MALAKA (Cut Eva Syamsoeddin Putri, 2016)
ANALISIS NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT TRUMON ACEH SELATAN (Karmila Yati, 2021)