<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="104114">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS ANAFORA DAN KATAFORA DALAM BUKU CERITA RAKYAT ACEH (ACEH, INDONESIA, DAN INGGRIS) OLEH MUHIBBUDIN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANADIA SHABRINA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP - Pendidikan Bahasa  Indonesia</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin dan bentuk manakah yang dominan digunakan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin dan bentuk manakah yang dominan digunakan. Penelitian ini   menggunakan   metode   dan   pendekatan   kualitatif   dengan   jenis   penelitian deskriptif. Data diperoleh dari kalimat-kalimat yang mengandung referensi anafora dan  katafora  dalam teks  berbahasa  Aceh  pada  buku  Cerita  Rakyat  Aceh  (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengkajian isi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan referensi anafora dan katafora dalam buku Cerita Rakyat Aceh (Aceh, Indonesia, dan Inggris) oleh Muhibbudin berbentuk persona dan demonstratif. Referensi anafora dan katafora berbentuk persona diwujudkan dengan penggunaan kata ganti orang pertama, kata ganti orang kedua, dan kata ganti orang ketiga, baik tunggal maupun jamak.  Kata  ganti  orang  pertama  tunggal  yang  digunakan  untuk  mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk persona adalah lôn, ulôn, dan ulôntuwan sedangkan untuk kata ganti orang pertama jamak adalah kamoe. Kata ganti orang kedua tunggal yang digunakan untuk mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk  persona adalah dron,  droeneuh,  dan  gata  sedangkan untuk  kata ganti orang kedua jamak (hanya anafora) adalah awakkah. Kata ganti orang ketiga tunggal yang digunakan untuk mewujudkan referensi anafora dan katafora berbentuk persona adalah jih, -jih, dan gobnyan sedangkan untuk kata ganti orang ketiga jamak adalah awaknyan. Referensi anafora dan katafora berbentuk demonstratif seluruhnya diwujudkan dengan demonstratif tempat menggunakan kata nyoe, nyan, di sinan, keunoe, dan keunan. Referensi dominan yang digunakan dalam buku Cerita Rakyat Aceh  (Aceh,  Indonesia,  dan  Inggris)  oleh  Muhibbudin  adalah anafora berbentuk persona yang diwujudkan dengan kata ganti orang ketiga tunggal, gobnyan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>104114</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 14:41:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-15 09:12:32</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>