GAMBARAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PERAWATAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI DI WILAYAHRNKERJA PUSKESMAS KUTA ALAMRNKOTA BANDA ACEHRNTAHUN 2010 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PERAWATAN ANGGOTA KELUARGA YANG MENGALAMI HALUSINASI DI WILAYAHRNKERJA PUSKESMAS KUTA ALAMRNKOTA BANDA ACEHRNTAHUN 2010


Pengarang

Alpi Sri Rakhmayana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0707101060064

Fakultas & Prodi

Fakultas Keperawatan / Ilmu Keperawatan (S1) / PDDIKTI : 14201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran.,

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Keluarga yang dapat melaksanakan tugas kesehatan berarti sanggup menyelesaikan masalah kesehatan keluarga. Tugas kesehatan keluarga (Friedman, 1998) yaitu: mengenal masalah, membuat keputusan yang tepat, memberi perawatan, mempertahankan suasana rumah yang sehat dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Tujuan penelitian untuk mengetahui garnbaran tugas kesehatan keluarga dalam perawatan anggota keluarga yang mengalami halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh Tahun 2010. Metode penelitian deskriptif eksploratif, jumlah sampel 31 orang menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dengan kuesioner dalam bentuk skala dikhotomi. Hasil analisa data didapatkan gambaran tugas kesehatan keluarga dalam perawatan anggota keluarga yang mengalami halusinasi secara umum yang paling tinggi adalah kategori cukup yaitu 16 orang (5 l,6%). Secara khusus distribusi tiap- tiap variabel yaitu; mengenal masalah adalah kategori cukup sebanyak 21 orang (67,7%), membuat keputusan adalah kategori cukup sebanyak 16 orang (51,6%), memberi perawatan adalah kategori cukup sebanyak 14 orang (45,2%), menciptakan atau mempertahankan suasana rumah yang sehat adalah cukup sebanyak 17 orang (54,8%), dan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia adalah kategori kurang sebanyak 23 orang (74,l %). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka diharapkan kepada keluarga agar terus dapat meningkatkan tugas kesehatan keluarga, supaya pasien dapat merasakan hidupnya lebih berguna, merasa dicintai dan dilindungi, sehingga dapat membantu proses penyembuhan.



Kata kunci : tugas kesehatan keluarga, halusinasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK