<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103980">
 <titleInfo>
  <title>KEPEDULIAN DAN SIKAP KEPALA SEKOLAH TERHADAP LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAHRN(PADA  SMP DAN SMA NEGERI DI WILAYAH KABUPATEN ACEH TENGAH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Hayatun Wardani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued></dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gejala- gejala seperti  tidak sedianya  waktu  untuk  konselor  dalam  melaksanakan tugasnya,   kurangnya   sarana  dan  prasarana   yang  disediakan,  tidak  adanya  dorongan kepada  konselor dalam menjalankan tugasnya. Ini merupakan  permasalahan yang terjadi dalam kegiatan  konseling. Banyak  sekolah  yang belum memeperhatikan kebutuhan  dari kegiatan  konseling  di  sekolah.  Oleh  karena  itu  dalam  penelitian   ini bertujuan   untuk mengetahui  tingkat  kepedulian  dan sikap  kepala  sekolah  terhadap  Layanan  Bimbingan dan  Konseling   pada  SMP  dan  SMA  di  Wilayah  Kabupaten   Aceh  Tengah.  Populasi dalam  penelitian  ini adalah  kepala  sekolah  SMP  dan  SMA  Negeri  di Kabupaten  Aceh Tengah   yang  terdiri   dari  9  orang  kepala   sekolah   SMP  dan  5   orang   kepala   SMA. Jumlahnya  adalah  14 orang kepala sekolah  yang keseluruhannya dijadikan sampel  (total sampel).   Metode   yang   digunakan    dalam   penelitian    ini  adalah   metode   deskriptif kualitatif yaitu  menggambarkan  suatu  objek   dengan   alat  pengumpulan  data  angket dalam  bentuk  skala  likert.  Untuk   mengolah   data  penulis   menggunakan   perhitungan persentase. Dari hasil penelitian  yang telah diuraikan  di atas bahwa kepala sekolah  SMP memiliki   tingkat   kepedulian   dan  sikap  yang  baik  sedangkan   kepala   sekolah   SMA memiliki  tingkat  kepedulian   dan  sikap  yang  baik  pula.  Dari  penjelasan  di atas  dapat disimpulkan  bahwa  kepala  sekolah  pada  umumnya  memiliki  tingkat  kepedulian   dan sikap   yang   baik   terhadap    Layanan    Bimbingan    dan   Konseling    di   sekolah,    baik bertanggung jawab terhadap program konseling ,menyediakan fasilitas, melakukan pengawasan   dan  memberikan   dorongan   kepada  guru konselor.  Kepala  sekolah   telah mampu menjalankan  fungsi dan tugasnya sebagai pimpinan sekolah dan yang bertanggungjawab penuh terhdapap kegiatan  konseling&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103980</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-12 11:00:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-12 11:04:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>