GAMBARAN GEJALA DISOSIATIF PADA SISWA SMA NEGERI 1 MONTASIK ACEH BESAR DAN SMA NEGERI 3 BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

GAMBARAN GEJALA DISOSIATIF PADA SISWA SMA NEGERI 1 MONTASIK ACEH BESAR DAN SMA NEGERI 3 BANDA ACEH


Pengarang

ADYKA AGUNG THAMARA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0607101050079

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Kedokteran., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kesurupan adalah bagian dari gangguan disosiatif. Kesurupan adalah fenomena yang kerap terjadi pada masyarakat kita terutama remaja. Satu hal yang menarik dari sebuah penelitian di Cina menyebutkan bahwa masyarakat pedesaan lebih cenderung mengalami kesurupan dibandingkan masyarakat perkotaan. Penelitian ini adalah studi evaluasi yang bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran gangguan disosiatif pada pelajar siswa daerah pedesaan (diwakili oleh SMA Negeri 1 Montasik Aceh Besar) dan Siswa daerah perkotaan (diwakili oleh SMA Negeri 3 Banda Aceh). Siswa yang menjadi sampel adalah masing-masing sekolah sebanyak 51 orang siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner DES (dissosiative experiens scale) sebagai alat ukur yang di isi langsung oleh siswa yang menjadi sampel.DES adalah kuesuioner yang terdiri 28 pertanyaan tentang pengalaman disosiatif. Didapatkan hasil bahwa 34% siswa-siswi SMA Negeri 1 Montasik Aceh Besar dicurigai mengalami gejala yang mengarah pada gangguan disosiatif atau diagnosa gangguan lain, sedangkan 66 % siswa-siswi SMA Negeri 1 Montasik Aceh Besar tidak dicurigai mengalami disosiatif. Pada siswa-siswi SMA Negeri 3 Banda Aceh 18 % dicurigai mengalami gejala yang mengearah pada gangguan disosiatif atau diagnosa ganggguan lain sementara 82% tidak dicurigai mengalami gangguan disosiatif.

Kata kunci: Siswa-siswi, Pedesaan, Perkotaan, Gejala Disosiatif.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK