<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103974">
 <titleInfo>
  <title>SIFAT LEMPENG LAUT DARI SINYAL GEMPA DALAM REGIONAL :</title>
  <subTitle>DISPERSI GELOMBANG BADAN DI PESISIR TAIWAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD FAIZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Taiwan adalah salah satu wilayah yang paling aktif dimana subduksi dan tumbukan terjadi. Bagian utara dan selatan pulau ini merupakan batas lempeng konvergen, dimana di utara merupakan palung Ryukyu dan di selatan palung Manila berada. Dengan demikian Taiwan rentan terhadap bahaya geololgi, dimana kejadian gempa mendominasi daftar bencana di wilayah ini. Oleh karena itu mempelajari sinyal dari gempa dalam dianggap penting. Penelitian mengenai sifat lempeng laut dari sinyal gempa dapat dianalisis melalui studi dispersi gelombang badan, dimana penelitian ini dilakukan pada Mei 2022. Selanjutnya sinyal gempa dianalisis menggunakan perangkat lunak SAC (Seismic Analysis Code) dan python 3. Untuk memperkirakan sinyal terdispersi dari karakter spektral, sinyal dipotong 10 detik, yaitu 5 detik sebelum dan sesudah kedatangan gelombang P dan S, kemudian analisis dispersi gelombang badan dilihat dari karakteristik waktu kedatangan, spektogram, dan karakteristik amplitudo. Hasil penelitian menunjukkan lokasi gempa yang mengalami dipersi gelombang badan tersebar di dekat zona subduksi Ryukyu dengan karakteristik utama seperti; penundaan waktu tiba gelombang badan dan karakteristik spektral dengan mempertahankan sinyal frekuensi tinggi. Penundaan waktu tiba gelombang badan di stasiun yang merekam sinyal terdispersi menunjukkan penundaan selama 1 – 1,5 detik, dibandingkan dengan stasiun yang tidak merekam fenomena Guided wave. Pengamatan ini dapat dijelaskan oleh lapisan berkecepatan rendah atau kerak samudera dimana merupakan media yang baik untuk memerangkap dan memfokuskan sinyal gempa. Karena hal ini, selain penundaan waktu tiba, juga diidentifikasi karakteristik lainya, seperti sinyal terdispersi yang memiliki karakteristik amplitudo yang lebih besar dibandingkan dengan sinyal yang tidak terdispersi. Pada karakteristik spektral, sinyal terdispersi menunjukkan energi frekuensi rendah tiba lebih awal kemudian diikuti oleh energi frekuensi yang lebih tinggi. sebaran stasiun-stasiun yang mengalami dispersi cenderung berada pada wilayah tertentu, dimana lokasi stasiun berada pada antar lapisan subduksi di kedalaman 10-20 km. &#13;
 &#13;
Kata Kunci : Zona Subduksi Ryukyu, Dispersi Gelombang Badan, Gempa Dalam, Kerak Samudera.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103974</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-12 10:10:36</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 16:27:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>