BIOLOGI DAN POTENSI INDUK UDANG WINDU PANAEUS MONODON DI PERAIRAN SERUWAY, KABUPATEN ACEH TAMIANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

BIOLOGI DAN POTENSI INDUK UDANG WINDU PANAEUS MONODON DI PERAIRAN SERUWAY, KABUPATEN ACEH TAMIANG


Pengarang

Satriawan Pratama - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Adrian Damora - 198711012018031001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1811102010035

Fakultas & Prodi

Fakultas Kelautan dan Perikanan / Budidaya Perairan (S1) / PDDIKTI : 54243

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Fakulta Kelautan dan Perikanan., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Udang windu (Penaeus monodon) adalah salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Provinsi Aceh menjadi salah satu penghasil udang windu dengan kualitas terbaik di Indonesia. Penangkapan yang terus menerus tentu akan mempengaruhi stok udang di alam, terutama dengan alat tangkap yang bersifat destruktif. Penangkapan yang berlebihan dapat mengganggu stok udang di alam, sehingga salah satu cara untuk meningkatkan produksi induk udang windu adalah dengan budidaya. Pengetahuan mengenai aspek biologi dan potensi udang windu kategori induk menjadi salah satu hal penting dalam budidaya spesies tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek biologi udang windu meliputi hubungan panjang karapas dan berat, distribusi frekuensi panjang, rasio kelamin dan distribusi tingkat kematangan gonad, faktor kondisi, mengkaji potensi udang windu kategori indukan udang windu (P. monodon). Sampel udang dikoleksi dari hasil tangkapan nelayan di Desa Sungai Kuruk III, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Sampel P. monodon yang dianalisis selama penelitian sebanyak 318 ekor. Hasil penelitian menunjukkan panjang karapas P. monodon berkisar antara 32-112 mm dengan modus kelas panjang berada pada panjang karapas 46,6-55,1 mm. Pola pertumbuhan P. monodon bersifat allometrik negatif (b

Tiger shrimp (Penaeus monodon) is a fishery commodity that has high economic value. Aceh Province is one of the producers of tiger prawns with the best quality in Indonesia. Continuous fishing will certainly affect shrimp stocks in nature, especially with destructive fishing gear. Overfishing can disrupt shrimp stocks in nature, so one way to increase the production of tiger prawns is by cultivation. Knowledge of the biological aspects and potential of the parent category of tiger prawns is one of the important things in the cultivation of this species. This study aims to analyze the biological aspects of tiger prawns including the relationship between carapace length and weight, length frequency distribution, sex ratio and distribution of gonad maturity level, condition factors, and assessing the potential of tiger prawns in the broodstock category of tiger prawns (P. monodon). Shrimp samples were collected from the catches of fishermen in Sungai Kuruk III Village, Seruway District, Aceh Tamiang District. Samples of P. monodon which were analyzed during the study were 318 individuals. The results showed that the carapace length of P. monodon ranged from 32-112 mm, with the length class mode being 46.6-55.1 mm in carapace length. The growth pattern of P. monodon was negative allometric (b

Citation



    SERVICES DESK