<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103933">
 <titleInfo>
  <title>EKSISTENSI GERAKAN ORGANISASI MASYARAKAT SIPIL (OMS) NAGAN RAYA DALAM MERESPON PENDIRIANPLTU 3 DAN 4 DI NAGAN RAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mus Muliadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>fakultas Fisipol (S1)</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemberian izin PLTU 3 dan 4 di Kabupaten Nagan Raya menimbulkan pro maupun kontra di tengah masyarakat Nagan Raya, terutama bagi masyarakat desa Suak Puntong kecamatan Kuala Pesisir. Nagan Raya sendiri sebelumnya telah memiliki dua PLTU yakni PLTU 1 &amp; 2. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, pendirian PLTU 1 &amp; 2 tersebut telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat. Walau demikian Pemerintah Aceh serta Pemerintah Nagan Raya memberikan izin pendirian PLTU baru yaitu PLTU 3 dan 4. Pemberian izin baru tersebut mendapatkan penolakan dari sebagian masyarakat, yang kemudian termanifestasikan melalui aksi protes. Sehingga kehadiran organisasi masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk memobilisasikan masyarakat supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan antara pihak perusahaan dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana gerakan yang dibangun oleh OMS Nagan Raya, kemudian faktor pendukung dan faktor penghambat OMS Nagan Raya dalam merespon pendirian PLTU 3 &amp; 4. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial Smelser, konsep masyarakat sipil dan konsep eksistensi. Jenis penelitian ini kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat dua OMS yang merespon pendirian PLTU 3 &amp; 4, yakni APEL Nagan Raya dan YARA Nagan Raya. Gerakan yang di bangun dua OMS tersebut memiliki pola gerakan yang berbeda. Cepatnya respon yang di bangun 2 OMS tersebut dikarenakan adanya  Kepentingan OMS tersebut untuk bergerak dan  adanya dukungan dari organisasi lain. Sedangkan lambatnya gerakan yang dibangun dikarenakan tidak adanya sumber daya, campur tangan keluarga Bupati Nagan Raya, dan tidak melibatkan masyarakat yang bersengketa. Berdasarkan hasil dari penelitian ini peneliti merekomendasikan agar menjadi acuan atau pertimbangan OMS untuk pergerakan ke depan dalam mengadvokasi permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.&#13;
Kata Kunci: PLTU, Organisasi Masyarakat Sipil, Gerakan Sosial.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-10 05:46:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 10:14:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>