<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103912">
 <titleInfo>
  <title>STAPHYLOCOCCUS AUREUS SEBAGAI BIOREMEDIATOR LOGAM BERAT TIMBAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AL KAUTSAR SYARIFUDDIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo merupakan salah satu pusat perdagangan ikan serta industri perikanan di Banda Aceh sehingga berpotensi mengalami pencemaran akibat aktivitas antropogenik. Penelitian mengenai kajian konsentrasi logam berat timbal (Pb) serta bioremediasinya menggunakan bakteri Staphylococcus aureus telah dilakukan pada bulan Desember 2021. Penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya, sampel sedimen dan air dianalisis menggunakan alat Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry (ICP-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Pb pada sampel sedimen berkisar antara 210,62 mg/Kg – 247,93 mg/Kg yang mengindikasikan PPS Lampulo tergolong tinggi merujuk pada Swedish Environmental Protection Agency (SEPA). Sedangkan konsentrasi Pb pada sampel air berkisar antara 161,91 mg/L - 168,23 mg/L yang mengindikasikan melewati ambang batas pada pelabuhan, biota laut, dan wisata bahari merujuk pada baku mutu PPRI No.22 tahun 2021. Analisis lebih lanjut menggunakan metode bioremediator menunjukkan konsentrasi logam berat Pb pada sedimen setelah proses bioremediasi berkisar antara 0,72 mg/Kg – 2,72 mg/Kg dan 0,18 mg/L – 1,55 mg/L pada air. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan bakteri gram positif S. aureus memiliki potensi sebagai bioremediator dalam menurunkan konsentrasi logam berat Pb.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Pelabuhan Perikanan Samudera, Timbal, Inductively Coupled Plasma-Mass Spectrometry, Bioremediasi&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103912</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-09 17:05:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-12 15:16:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>