<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103896">
 <titleInfo>
  <title>LEVEL ESTROGEN SAPI ACEH YANG MENGALAMI ENDOMETRITIS DENGAN DERAJAT YANG BERBEDA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IKBAL MAULANA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Endometritis sering terjadi pada sapi yang menyebabkan penurunan fertilitas dan kerugian ekonomi yang tinggi. Sapi yang mengalami endometritis mengalami perubahan profil hormon sehingga memengaruhi kadar hormon dan siklus estrus. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan level estrogen sapi aceh yang mengalami endometritis dengan derajat yang berbeda. Dalam penelitian ini digunakan delapan ekor sapi aceh betina berusia 3-5 tahun dengan bobot badan 150-250 kg yang didiagnosis mengalami endometritis melalui White side test (WST). Semua sapi betina disinkronisasi menggunakan hormon prostaglandin yang diinjeksi secara intramuskulus dengan dosis 25 µg dengan metode penyuntikan campuran. Deteksi estrus dilakukan pada pagi (08.00 WIB) dan sore (16.00 WIB) selama 30 menit. Koleksi mukus serviks dilakukan 8-12 jam setelah awal estrus. Koleksi darah untuk pemeriksaan konsentrasi estrogen dilakukan pada saat estrus (H0). Pemeriksaan estrogen dilakukan menggunakan enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Berdasarkan hasil WST, sapi aceh dikelompokan menjadi sapi aceh endometritis derajat 1 (n=4) dan derajat 2 (n=4). Perbandingan konsentrasi estrogen pada kedua kelompok dianalisis statistika dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata (±SE) kadar estrogen pada derajat 1 dan derajat 2 masing-masing adalah 87,50±30,46 dan 116,46±5,73 pg/ml. Disimpulkan bahwa level estrogen pada sapi aceh yang mengalami endometritis antara derajat 1 dan 2 tidak berbeda signifikan pada saat estrus (P&gt;0,05).&#13;
Kata kunci: Endometritis, sapi aceh, kadar estrogen.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103896</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-09 16:04:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-12 09:42:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>