<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103874">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA PADA KONTEN QUANTITY DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BIREUEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Atiyatul Rizka</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Survei yang dilakukan oleh PISA menunjukkan bahwa literasi matematika siswa Indonesia masih tergolong rendah, khususnya pada konten quantity. Konten quantity merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran matematika, apabila  kemampuan siswa rendah pada konten ini maka akan berpengaruh terhadap konten PISA lainnya. Terdapat banyak faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan hasil belajar, yang nantinya berpengaruh terhadap kemampuan siswa, khususnya kemampuan literasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi capaian literasi matematika adalah gaya belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan literasi matematika siswa dengan gaya belajar visual, auditorial, kinestetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII/1 SMP Negeri 2 Bireuen sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket gaya belajar, tes kemampuan literasi matematika dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  kemampuan literasi matematika siswa pada konten quantity dengan gaya belajar visual lebih banyak berada pada kompetensi refleksi dimana siswa dapat menyelesaikan soal hingga level 6. Selain itu siswa dengan gaya belajar visual dapat lebih memahami soal yang disertai stimulus berupa gambar atau visual. Siswa dengan gaya belajar auditorial lebih banyak berada pada berada pada kompetensi reproduksi, namun ada 3 siswa berada pada kompetensi koneksi dimana siswa dapat menyelesaikan soal hingga level 3. Siswa dengan gaya belajar kinestetik lebih banyak berada pada kompetensi koneksi dimana siswa dapat menyelesaikan soal hingga level 4. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika dengan meninjau perbedaan setiap gaya belajar siswa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STUDY METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MATHEMATICS - STUDY AND TEACHING</topic>
 </subject>
 <classification>371.302 81</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103874</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-09 14:21:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-13 09:40:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>