<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103798">
 <titleInfo>
  <title>PENGALAMAN DECISION MAKING PERAWAT DALAM MELAKUKAN RESTRAIN PADA PASIEN DENGAN PSYCHOMOTOR AGITATION DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>AINA FITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister  Keperawatan</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Restrain dilakukan untuk membatasi pergerakan pasien dengan psychomotor agitation dan sering dilakukan di Intensive Care Unit (ICU) dan Intensive Coronary Care Unit (ICCU). Oleh karena itu keterampilan decision making perawat sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan tindakan restrain yang aman bagi pasien. Namun demikian masih ditemukan restrain yang menyebabkan cedera pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi pengalaman decision making perawat dalam melakukan restrain pada pasien dengan psychomotor agitation di Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi ini mengumpulkan data menggunakan indepth interview pada delapan participant di ruang ICU dan ICCU. Metode Collaizi digunakan untuk menganalisis data dan menghasilkan lima tema yaitu 1) mempertimbangkan kebutuhan pasien dan keluarga, 2) mempertimbangkan beban kerja perawat, 3) menempatkan pasien pada risiko cedera, 4) tindakan mandiri versus kolaborasi, dan 5) kondisi yang diperlukan untuk meningkatkan fungsi directing. Hasil penelitian ini memperlihatkan permasalahan dalam proses decision making perlu diperhatikan oleh perawat manajer untuk dapat meningkatkan keselamatan pasien. Direkomendasikan kepada perawat manajer untuk meningkatkan fungsi directing dan kompetensi perawat dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan di ruang ICU dan ICCU khususnya terkait prosedur restrain, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mengoptimalkan nursing outcome.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103798</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 12:02:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-09 14:27:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>