AN ANALYSIS OF NEW WORD FORMATION AND SEMANTIC CHANGE IN SOCIAL MEDIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

AN ANALYSIS OF NEW WORD FORMATION AND SEMANTIC CHANGE IN SOCIAL MEDIA


Pengarang

Titin Arifa Maulida - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zulfadli - 197606032006041001 - Dosen Pembimbing I
Usman Kasim - 195312091985031003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2006202020007

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S2) / PDDIKTI : 88103

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris., 2022

Bahasa

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Media sosial telah banyak terlibat dalam menyebarkan bahasa baru dan mengubah bahasa standar. Saat ini, orang cenderung tidak menggunakan bentuk atau istilah standar untuk merujuk pada sesuatu, lebih memilih untuk membuatnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi dan mendeskripsikan perubahan bahasa di media sosial dalam dua aspek: pembentukan kata baru dan perubahan semantik. Studi kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data dari tiga platform: Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Komunikasi tertulis pengguna ditangkap dan dikumpulkan secara sengaja, yang dianggap telah berubah. Penelitian ini mengungkap 112 istilah tidak umum yang dibentuk oleh pengguna media sosial, 99 diklasifikasikan sebagai formasi kata baru, dan 13 sebagai perubahan semantik. Berdasarkan analisis, terdapat 12 jenis pembentukan kata baru (peminjaman, pemajemukan, derivasi, initialism, akronim, blending, clipping, reduplication, coinage, reversing, penggantian vokal, penggantian konsonan, penggantian suku kata akhir) dan 5 jenis perubahan semantik (penyempitan, perluasan, metafora, ameliorasi, pejorasi). Kata-kata itu sekarang banyak digunakan di media sosial dan dalam percakapan sehari-hari; beberapa bahkan termasuk dalam kamus standar. Oleh karena itu, pengaruh media sosial terhadap perubahan bahasa adalah fenomena yang nyata, namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa hal ini sedang terjadi. Disarankan agar pembelajar bahasa peka terhadap fenomena bahasa di masyarakat dan sekitarnya.

Social media has been heavily involved in spreading new languages and changing the standard language. Nowadays, people tend not to use the standard forms or terms to refer to things, preferring to create their own. This study aims at classifying and describing the language change in social media in two aspects: new word formation and semantic change. This descriptive qualitative study gathered the data from three platforms: Instagram, Twitter, and WhatsApp. The users’ written communications were captured and collected purposively, which are considered to have changed. This study uncovers 112 uncommon terms formed by social media users, 99 classified as new word formations, and 13 as semantic changes. Based on the analysis, there are 12 types of new word formation (borrowing, compounding, derivation, initialism, acronym, blending, clipping, reduplication, coinage, reversing, replacement vowel, replacement consonant, replacement final syllable) and 5 types of semantic change (narrowing, broadening, metaphor, amelioration, pejoration). Those words are now widely used on social media and in everyday speech; some are even included in the standard dictionary. Therefore, the influence of social media on language change is a true phenomenon, yet many people are unaware that this is happening. It is recommended that language learners should be sensitive to language phenomena in society and their surroundings.

Citation



    SERVICES DESK