<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="103759">
 <titleInfo>
  <title>AN ANALYSIS OF NEW WORD FORMATION AND SEMANTIC CHANGE IN SOCIAL MEDIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Titin Arifa Maulida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris</publisher>
   <dateIssued>2022</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media sosial telah banyak terlibat dalam menyebarkan bahasa baru dan mengubah bahasa standar. Saat ini, orang cenderung tidak menggunakan bentuk atau istilah standar untuk merujuk pada sesuatu, lebih memilih untuk membuatnya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasi dan mendeskripsikan perubahan bahasa di media sosial dalam dua aspek: pembentukan kata baru dan perubahan semantik. Studi kualitatif deskriptif ini mengumpulkan data dari tiga platform: Instagram, Twitter, dan WhatsApp. Komunikasi tertulis pengguna ditangkap dan dikumpulkan secara sengaja, yang dianggap telah berubah. Penelitian ini mengungkap 112 istilah tidak umum yang dibentuk oleh pengguna media sosial, 99 diklasifikasikan sebagai formasi kata baru, dan 13 sebagai perubahan semantik. Berdasarkan analisis, terdapat 12 jenis pembentukan kata baru (peminjaman, pemajemukan, derivasi, initialism, akronim, blending, clipping, reduplication, coinage, reversing, penggantian vokal, penggantian konsonan, penggantian suku kata akhir) dan 5 jenis perubahan semantik (penyempitan, perluasan, metafora, ameliorasi, pejorasi). Kata-kata itu sekarang banyak digunakan di media sosial dan dalam percakapan sehari-hari; beberapa bahkan termasuk dalam kamus standar. Oleh karena itu, pengaruh media sosial terhadap perubahan bahasa adalah fenomena yang nyata, namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa hal ini sedang terjadi. Disarankan agar pembelajar bahasa peka terhadap fenomena bahasa di masyarakat dan sekitarnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>103759</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2022-09-07 17:55:35</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-09-08 15:29:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>